


Volume
Avg volume
PT Bakrie & Brothers Tbk bergerak di bidang : Perdagangan umum, jasa konstruksi, pertanian, pertambangan, industri, terutama produksi pipa baja, bahan bangunan dan bahan konstruksi lainnya, sistem telekomunikasi, barang elektronik dan elektrik serta investasi termasuk penyertaan modal pada perusahaan lain. Kegiatan Perseroan dan anak perusahaan terdiri atas dua bidang usaha, yakni Segmen Infrastruktur dan Manufaktur serta Perdagangan, Jasa dan Investasi. Seluruh kegiatan tersebut dilakukan oleh Perseroan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui Entitas Anak yang khusus bergerak pada masingmasing segmen bisnis, diantara... Read More
$MDIA Secara keseluruhan chart sudah sempurna GAP UP Weekly sudah ditutup pda ppenutupan bursa jumat lalu tgl 6maret.
untuk yg suka swing mid tern / suka momentum.
Montly GC
Weekly GC
Daily GC
Area buy 55-59 (tepat pada area pantulan support kuat)
Target TP Max 88. Tamak 104🤣
RT. $BNBR $BUMI
1/3



Btw shifu ingin nyampein,, shifu itu lebih ke swing dan longterm ya gais,, engga benci scalper soalnya scalperpun bisa berperan kerek harga,, para jendral jagain dan scalper sering haka jadinya harga bisa kekerek,, jadi yg rugi dan profit cepat ya scalper,,
Aliran swing dan para jendral naga biasanya bagian jagain dan kerek tinggi saham rumusnya begitu..
Nah yg jadi masalah blkgan.. karena banyaknya scalper itu mentalnya panikan.. dan berstatemen "disiplin cl" apalagi koq ihsg ga begitu kondusif jadinya banyak saham yg seharusnya terus naik eh malah ga kuat nanjak dan malah turun kek bnbr bumi belakangan (Klo bipi karena banyaknya jendral jadi dia kuat melawan arah)
Yg artinya scalper2/shorterm2 pada rugi berjamaah.. kan konyol..
Saran shifu pada scalper2 jangan kalian itu panikan di saham yg ramai diminati market dan diyakini akan naik banyak..
Jadinya bisa untung bersama bukan rugi bersama kek belakangan.. paham ya gais ya..
$BNBR diyakini market naik banyak soalnya right isue..
$BIPI diyakini market terus ke 500up soale dijaga banyak jendral dan termasuk migas batubara.. dan ramai juga diperbincangkan di medsos alias diminati market..
$BUMI juga batubara harusnya keutara suport kuat skitaran sekarang avatar lama ga kliatan harusnya terus keutara
Sekali lagi saran shifu scalper2 besok2 jangan panikan di ketiganya.. atau lebih baik jgn scalpingan dulu di kondisi market yg lagi kurang kondusif.. swing aja sampai akhir Maret..
Biar ketiganya terus keutara dengan mudah dan cepat okeh..
💥🦖🐉🐉🐉
like sampe 100 sebagai doa ketiganya cepat ke 500 🫶🫶🫶🦖🐉🐉🐉
diamati lagi ya chart nya..bandingkan dg yg kemarin naik
ini contoh chart yg kemarin turun, tidak untuk memprediksi hari senin besok, tp untuk mempertajam analisa chart kita
$BUMI
$BNBR
$ENRG
1/3



ngaruh kah kalo rupiah ke 17k, ihsg crash?
$IHSG
$BNBR klo ijo lebih baik tp takut asing tp duluan atau aktifin stop loss
$ESSA dripada ikutin influencer alasan buy, kenapa ga belajar chart dripada boncos trs disuruh cutlos, ntar sama kayak bipi turun
1/2


Sedikit ulasan mengenai laba $BNBR, benarkah sudah mencetak laba secara riil, dari operasional perusahaan, atau hanya akal2 an akuntansi?
Laba Neto PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp 502,74 miliar, mengalami lonjakan sebesar 49,70% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara detil, sumber utama laba BNBR di tahun 2025 tidak berasal dari kinerja operasional atau bisnis intinya, melainkan murni ditopang oleh laba akuntansi dari aksi korporasi (Penghasilan Lain-lain)
Berikut adalah rincian detil sumber pembentuk laba BNBR di tahun 2025:
1. Laba Usaha (Kinerja Operasional Inti yang Menurun) Dari sisi operasional riil (seperti bisnis infrastruktur, manufaktur, dan fabrikasi), Laba Usaha BNBR sebenarnya menurun drastis sebesar 58,66% menjadi hanya Rp 116,86 miliar pada tahun 2025 (dibandingkan Rp 282,87 miliar di 2024). Penurunan ini terjadi karena turunnya Laba Bruto akibat pelemahan pendapatan secara konsolidasi, khususnya di entitas anak BMI Group, yang diperparah dengan meningkatnya beban umum dan administrasi sebesar Rp 49,5 miliar.
2. Penghasilan Lain-lain Neto (Penyumbang Laba Terbesar) Penyelamat dan pendongkrak utama laba bersih BNBR di tahun 2025 bersumber dari pos "Penghasilan Lain-lain - Neto" yang meroket hingga 279,25% menjadi Rp 401,96 miliar. Laba non-operasional ini merupakan "durian runtuh" dari rampungnya transaksi akuisisi jalan tol PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT), yang secara spesifik berasal dari dua pencatatan akuntansi:
Keuntungan Pengukuran Kembali Kepentingan Ekuitas (Rp 422,37 miliar): Sebelum akuisisi penuh, BNBR (melalui PT Bakrie Toll Indonesia/BTI) sudah memiliki kepemilikan 10% saham di CCT. Berdasarkan standar akuntansi, saat BNBR mengambil alih pengendalian mayoritas, kepemilikan saham lama yang 10% tersebut dinilai ulang (remeasured) sesuai nilai wajarnya saat ini oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Pengukuran kembali ini memunculkan keuntungan senilai Rp 422,37 miliar yang dicatat langsung ke laporan laba rugi perusahaan.
Keuntungan dari Pembelian Diskon / Gain on Bargain Purchase (Rp 320,12 miliar): BNBR berhasil membeli sisa saham CCT (dari PT Waskita Toll Road dan PT Sarana Multi Infrastruktur) dengan total harga pembayaran yang lebih murah dibandingkan dengan nilai wajar aset riil/kekayaan bersih CCT yang didapatkan. Selisih diskon pembelian ini wajib diakui langsung sebagai keuntungan sebesar Rp 320,12 miliar di dalam laba rugi.
Selain dua keuntungan masif tersebut, ada pula tambahan laba kurs sebesar Rp 14,00 miliar dan keuntungan penjualan aset tetap Rp 971 juta.
3. Pemotong Laba (Beban yang Menggerus Pendapatan) Total keuntungan raksasa dari akuisisi CCT yang mencapai lebih dari Rp 742 miliar tersebut kemudian terpotong oleh kerugian dan beban lain-lain, sehingga menyisakan laba neto akhir di angka Rp 502,74 miliar. Pemotong terbesar laba ini meliputi:
Beban Bunga dan Keuangan Neto: Tercatat memotong laba sebesar Rp 211,55 miliar. Ini adalah konsekuensi logis karena BNBR harus menarik pinjaman bank skala besar (seperti dari Bank Nobu, Bank Mayapada, dan pinjaman Hartman) untuk mendanai miliaran dana tunai demi mengeksekusi pengambilalihan saham CCT tersebut.
Penyisihan Penurunan Nilai Piutang: Memotong laba sebesar Rp 89,57 miliar.
Kesimpulan: Sumber utama Laba Bersih BNBR di tahun 2025 sepenuhnya disokong oleh rekayasa laba akuntansi berupa keuntungan revaluasi dan diskon beli atas aset jalan tol CCT senilai total Rp 742,49 miliar. Jika pos "laba semu" dari akuisisi ini ditiadakan, Laba Usaha BNBR (Rp 116,86 miliar) sebenarnya tidak akan cukup untuk menutupi tingginya tagihan Beban Bunga (Rp 211,55 miliar). Artinya, tanpa aksi korporasi akuisisi CCT ini, BNBR secara hitung-hitungan riil operasional akan mengalami kerugian bersih di tahun 2025.
@muhrizky1117 dasar yang ngakunya kang king..sudah ketebak fikirannya masih sama kek retail sirik...$BNBR
$BNBR
akhirnya saya paham mengapa hari kamis dan jumat NFB nya BNBR ini masuk top 10 terus,, tapi setelah dilihat broksum tidak ada asing yang terlihat akumulasi, dan harga selalu ditutup di harga terendah dari opening atau previous nya hari tersebut. ya walaupun dipertengahan sesi harga dikerek naik lalu dibanting lagi.
Jadi, lonjakan NFB kemarin bukanlah institusi asing yang mau investasi murni ("mau cari cuan dari kenaikan harga"), melainkan pihak-pihak yang berkepentingan dengan proses restrukturisasi utang ini. Mereka "mengamankan posisi" atau sedang melakukan crossing barang. (analisa)
Ternyata Dokumen Keterbukaan Informasi yang rilis tanggal 6 Maret ini mengonfirmasi adanya Rights Issue (PMHMETD V) Jumbo inilah yang memungkinkan penyebab harga selalu dibanting.
Dalam dokumen tersebut tertulis jelas:
Jumlah Saham: Maksimal 90.000.000.000 (90 Miliar) lembar saham baru. Ini jumlah yang sangat masif (dilusi raksasa).
Tujuan Dana: "Pembayaran kewajiban Perseroan dan/atau anak perusahaan kepada kreditur".
Ini kemungkinan besar adalah skenario Non-Preemptive Rights Issue (NPR) / Debt-to-Equity Swap. BNBR tidak punya uang tunai untuk bayar utang, jadi mereka "mencetak saham baru" untuk diberikan kepada kreditur sebagai ganti pelunasan utang.
oke jika Jika tujuannya Rights Issue, kenapa harga malah longsor ke 150-an?
PERTAMA menurut saya adalah Penyesuaian Harga Tebus (Exercise Price) Biasanya, harga pasar akan digiring mendekati harga kesepakatan konversi utang. Jika kesepakatan konversi utang ada di harga rendah (misal gocap atau harga par), maka pasar akan bereaksi negatif (turun) menyesuaikan valuasi tersebut.
KEDUA menurut saya adalah Panic Selling Ritel: Berita Rights Issue 90 Miliar lembar saham adalah berita buruk bagi pemegang saham ritel (dilusi kepemilikan sahammu akan tergerus habis jika tidak menebus). Ritel yang panik langsung buang barang namu asing bisa dengan mudah melahap para ritel tersebut.
analisa saya pribadi lebih ke Tunggu rilis Harga Pelaksanaan (Exercise Price).
jika Harga Pelaksanaan di atas harga pasar sekarang -> Ada potensi harga ditarik naik (dikerek) supaya ritel mau tebus.
Jika Harga Pelaksanaan di bawah (misal Rp50 - Rp100) -> Harga pasar berisiko terseret turun ke sana.
kesimpulan pribadi :
Karena ini murni permainan restrukturisasi utang bandar tingkat tinggi, risiko untuk ritel sangat besar. Sebaiknya wait and see sampai harga tebusnya rilis. Jangan masuk hanya karena melihat data NFB kemarin. (ini cuma analisa amatir dan jangan di ambil pusing)
🤣 😝
$BNBR terpantau asing sudah masuk deretan 1 - 3 di kiri dan XL top sell, senin siap" di ARA sama asing🚀🚀🚀
📊 HASIL SCREENING & WATCHLIST HARI INI
Sedikit insight buat teman-teman grup.
Kadang bandar sengaja bikin MF negatif supaya retail takut dan buang barang.
Padahal di belakang layar mereka lagi nyerap pelan-pelan.
Jadi saham dengan MF negatif jangan langsung dibuang, tapi bisa dimasukkan ke watchlist lapis dua.
---
🔥 Tier 1 – Paling Menarik (Smart Money Terlihat)
EURO
• Gain hampir 10%
• MF +578Jt
• Clean Money +4M
➡️ Momentum + indikasi akumulasi
SOFA
• Gain 9%
• MF +5M
➡️ Potensi lanjut swing
---
⚡ Tier 2 – Bandar Bisa Saja Lagi Gocek7481
MF terlihat negatif tapi volume & momentum cukup kuat.
BREN
• Value 53M
• Gain 5.8%
➡️ Big cap jarang naik tanpa alasan
KIJA
• Value 96M
• Gain 5%
➡️ Volume besar sektor properti
CBRE
• Gain 7%
• Value 28M
ELPI
• Gain 6.8%
• Value 13M
➡️ Saham pelayaran sering lanjut swing
---
💰 Tier 3 – Momentum Saja
Bandar belum terlalu terlihat.
ICON – Gain 10% (MF negatif)
INDS – Gain 5%
WIIM – Gain 4.5%
---
⚠️ Kasus Khusus
TPIA
• Gain 17%
• Value 122M
➡️ Big cap rally seperti ini biasanya rawan pullback dulu sebelum lanjut.
---
📊 Ranking Watchlist (Versi Trader Bandar)
🔥 EURO
🔥 SOFA
⚡ KIJA
⚡ BREN
⚡ ELPI
---
💡 Tips penting
Bandar sering melakukan pola:
• MF terlihat merah
• Harga tetap naik
• Volume besar
Pola ini sering disebut Hidden Accumulation.
Tetap gunakan risk management dan jangan FOMO.
Semoga cuan bersama 📈
$BUMI $BNBR $BIPI
1/2


$BNBR Amankan Segera Karena Buangan Port Fraser Masih Banyak Nih Ritel" Disini dungu apa Gmn yak Udah jelas" Di Insider dia Jualan Mulu Terserahlu pada Dah Ntar Kalau Udh turun Jangan Blg Tebar Fear Yak wkwkwk
Andry Hakim Juga Pernah Ngmng Sebelum Beli saham Liat Insidernya 🤣
$BNBR percaya stream hanya untuk liat orng berbagi analisanya dan saya bandingin dengan analisa saya sendiri win win solution, buat yang tebar fear negatif tidak perlu dihiraukan, lebih rispek yang tebar fear saling mengingatkan. selagi punya pendirian main saham buat jangka menengah buat apa panik?
HOLD keras aja selagi ihsg turun karena faktor sibebek buat ulah, yang seharusnya kejemput -+250 malah jadi junam tbtb dan gk ada yg nyadar bukan.
📰 Trump Klaim Iran “Menyerah” Setelah Serangan AS dan Israel ❓️❓️
⚠️ Busettt Clickbait banget nih judulnya wkwkwk
⚠️ Amerika cuma klaim sepihak..
untuk saat ini belum ada berita yang valid mengenai ini yaa guys,, biasakan jangan baca dari judulnya doang.. 🫠🫠
https://cutt.ly/QtR8zsEI
$IHSG $ENRG $BNBR

$IHSG
ini menurut gw good news. yuk bisa Senin rebound. pangkas dana MBG alihin ke bursa sedikit pak.
$JGLE $BNBR

The Streisand Effect
Jika kita dirugikan, jangan menuntut.
Jika kita salah, jangan melawan balik.
Karena khawatir akan semakin viral dan merugikan satu pihak atau semua pihak (apalagi kalau sudah jalur hukum: ada polisi Rp Rp, pengacara Rp Rp...).
The Streisand Effect adalah istilah yang lahir karena seorang selebritis Barbara Streisand yang rumahnya difoto untuk kajian ilmiah "rumah² di pinggiran pantai", artis ini protes ke ilmuwan takut viral, justru foto rumahnya menjadi viral karena orang penasaran mau lihat rumahnya.
***Kasus viral Bibi Kelinci, niatnya minta permintaan maaf dari yang diduga mencuri, justru dituntut balik 1 miliar. Ngotot merasa benar (kedua belah pihak) = semakin viral.
$ENRG $BIPI $BNBR
