


Volume
Avg volume
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. atau BJBR merupakan perusahaan BUMD dengan bidang usaha perbankan konvensional dan syariah. Bank bjb merupakan salah satu Bank Umum milik Pemerintah Daerah di Indonesia yang memiliki nasabah utama berupa perorangan, karyawan, koperasi, BUMD, dan BUMN. Memiliki jaringan kantor 1 Kantor Pusat,65 Kantor Cabang, 309 Kantor Cabang Pembantu, 340 Kantor Kas, 152 Payment Point, 11 Kas Mobil Keliling, 1.386 ATM bank bjb, 11 Layanan Precious, 6 Sentra UMKM/PESAT, 11 Weekend Banking.
Saham bank bjb $BJBR saat ini menunjukkan sinyal buy moderat karena secara teknikal harga berada di sekitar area support kuat ±820–825 dengan indikator momentum mulai positif (MACD buy, MA5 dan MA50 cenderung buy, RSI netral menuju naik) yang menandakan fase akumulasi dan potensi lanjutan kenaikan jika mampu breakout resistance sekitar 850–855; secara struktur tren, BJBR juga membentuk higher low sejak rebound dari area 710–745 sehingga tekanan jual mulai melemah dan minat beli bertahap terlihat, ditambah valuasi fundamental yang masih relatif murah (PER sekitar 6–7 dan PBV ±0,59) sehingga menarik untuk strategi swing atau positional buy dengan risiko terbatas selama harga tetap bertahan di atas area support tersebut
Keanehan Bank yang Kasi Pinjaman ke SRIL
Lanjutan dari diskusi di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Kita semua sudah tahu SRIL sudah pailit meskipun waktu itu ada janji Wamenaker Noel yang katanya berjanji SRIL tidak akan pailit karena negara akan menyelamatkan. Tapi ternyata semua itu hanya janji belaka. Noel masuk penjara karena kasus korupsi, SRIL tetap pailit. Kita tahu bersama juga, jangan percaya sama janji politisi karena dari 99 janji yang mereka buat, 100 janji tidak ditepati. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Saat lihat laporan keuangan SRIL di LK Q3 2020, saya terus terang agak kaget melihat kok bisa banyak bank yang kasi pinjaman ke SRIL itu unsecured dan clean basis alias tidak ada jaminan. Kalau itu bank lokal yang melakukan, mungkin saya maklum, mungkin aja karena kearifan lokal. Tapi masalahnya itu adalah bank aseng pun itu kasi pinjaman ke SRIL tanpa jaminan apapun. Saya hanya bisa bilang amazing sih. Btw, LK Q3 2020 waktu itu SRIL kelihatan masih cetak laba tapi cashflow-nya minus. Saham yang cashflow minus memang meresahkan.
Entah apa yang ada dipikiran para bankir yang kasi pinjaman ke SRIL ketika SRIL dalam kondisi cashflow minus. Kalau pinjamannya pakai agunan atau jaminan, wajar sih. Tapi kalau pinjamannya gede dan tanpa agunan dan CFO SRIL jelas-jelas minus, tentu jadi tanda tanya kok mau itu para bankir kasi pinjaman ke SRIL? Kalau orang yang bisa matematika mungkin akan bilang itu bankir tolol dan gila karena kasi pinjaman gede tanpa jaminan sama sekali, tapi saya tidak mau mengatakan kalau mereka itu gila dan tolol karena mungkin saja mereka pun terpaksa kasi pinjaman. Apalagi ini SRIL kan perusahaan yang berasal dari Oslo, eh Solo. Jadi gitu deh.
SRIL adalah cerita klasik perusahaan yang di permukaan masih kelihatan cetak laba, tapi di bawah permukaan sudah mulai kehilangan oksigen kas. CFO minus USD 49,5 juta di saat laba masih USD 73,7 juta itu bukan sekadar anomali kecil, tapi tanda bahwa kualitas laba tidak terkonversi menjadi uang tunai. Gap antara laba dan kas mencapai USD 123,2 juta, selisih yang terlalu besar untuk diabaikan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Mayoritas pinjaman bank ke SRIL itu sifatnya clean basis dan unsecured. Arti clean basis dan unsecured di sini bukan sekadar tanpa jaminan, tapi tanpa pegangan aset fisik yang bisa langsung dilelang kalau gagal bayar. Artinya bank percaya bukan pada aset, tapi pada arus transaksi, reputasi, dan covenant. Ini yang membuat struktur pembiayaan SRIL terlihat berani sekaligus rapuh dalam waktu yang sama.
Ketika kas turun dari USD 168,3 juta menjadi USD 158,6 juta atau turun 5,77%, sementara CFO masih negatif, maka buffer likuiditas mulai terkikis. Di saat yang sama leverage justru naik, rasio utang terhadap permodalan dari 125% ke 130%. Ini menunjukkan utang tumbuh lebih cepat daripada kemampuan perusahaan memperkuat modalnya sendiri.
Tambahan utang bank baru USD 130,2 juta makin menegaskan ketergantungan pada pembiayaan eksternal. Angka ini setara 176,73% dari laba dan 82,09% dari kas. Secara logika, kalau dana ini tidak menghasilkan arus kas baru, maka fungsinya hanya memperpanjang napas, bukan menyembuhkan penyakit.
Kelemahan struktural lain muncul dari piutang pihak berelasi USD 65,2 juta. Ini setara 88,47% dari laba dan 41,11% dari kas. Ditambah piutang lewat 90 hari USD 11,8 juta, tekanan likuiditas makin nyata. Kas tidak hanya berkurang, tapi juga terjebak di pos yang tidak cepat cair.
Dari sisi skala pendanaan, total fasilitas dari 13 kreditur bank itu mencapai sekitar USD 533,61 juta. Sindikasi sendiri USD 350 juta atau 65,59%. Empat kreditur terbesar menguasai 82,60% dari total utang berbunga. Struktur seperti ini sangat terkonsentrasi, artinya perubahan sikap satu kelompok bank saja bisa langsung mengguncang likuiditas perusahaan.
Covenant yang ketat seperti interest cover minimal 2,5 kali atau net debt terhadap EBITDA maksimal 3,75 kali memang terlihat memberi pengaman. Tapi dengan tenor dominan 12 bulan, rollover risk tetap tinggi. Perusahaan harus lolos uji kepercayaan setiap tahun. Sekali saja refinancing tersendat, tekanan kas bisa langsung melonjak. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dan ketika SRIL gagal bayar, langsung game over semua.
Kondisi LK SRIL Q3 2020 Waktu Kelihatan Masih Cetak Laba
• 💸 CFO minus USD 49,5 juta
• 📈 Laba USD 73,7 juta
• 📉 Gap laba versus CFO USD 123,2 juta
• 📊 CFO setara minus 67,16% dari laba
• 💰 Kas turun USD 9,7 juta atau turun 5,77%
• 🧮 Rasio utang terhadap modal naik 125% ke 130%
• 🏦 Utang bank baru USD 130,2 juta
• 🔁 Setara 176,73% dari laba
• 💼 Setara 82,09% dari kas
• 🤝 Piutang pihak berelasi USD 65,2 juta
• ⏳ Piutang lewat 90 hari USD 11,8 juta
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🏦 Konsentrasi kreditur
• 💰 Total fasilitas USD 533,61 juta
• 📊 Rata-rata per bank USD 41,05 juta
• 📉 Median USD 19,00 juta
• 🧱 Sindikasi kuasai 65,59%
• 🧭 Empat terbesar kuasai 82,60%
• 📏 Struktur sangat terkonsentrasi
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🗂️ Peta kreditur
• 🥇 Sindikasi USD 350,00 juta 65,59%
• 🥈 QNB USD 33,52 juta 6,28%
• 🥉 $BBCA USD 29,00 juta 5,43%
• 🏦 HSBC USD 28,25 juta 5,29%
• 🌏 Taipei Fubon USD 20,00 juta 3,75%
• 🇯🇵 MUFG USD 19,33 juta 3,62%
• 🕌 Muamalat USD 19,00 juta 3,56%
• 🏛️ $BJBR USD 13,40 juta 2,51%
• 🇭🇰 Bank of China USD 9,49 juta 1,78%
• 🇰🇷 Woori USD 5,00 juta 0,94%
• 🧾 DBS Indonesia USD 3,02 juta 0,57%
• 💳 Permata $BNLI USD 2,01 juta 0,38%
• 🌐 Standard Chartered USD 1,58 juta 0,30%
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/8








$BJTM
price action(monthly & weekly TF): #monthly TF
- bertahan di atas 13 & 21 EMA.
#weekly TF
- ascending trianggle pattern.
- bertahan di atas 13 & 21 EMA.
ada 3 skenario(bullish & bearish skenario) #bullish skenario
- breakout minor trendline(close bar monthly di atas 600), lalu mengalami retest di sekitar area 590-570 dan melanjutkan kenaikan 680.
- jika nanti harga dapat bertahan di atas 710, ada kemungkinan untuk mengalami kenaikan ke 795.
#bearish skenario
- mengalami koreksi 535-510, lalu meanjutkan kenaikan ke area 570-585.
buat saya pribadi secara PA hampir sama seperti $BJBR, menarik karena menurut saya masih di harga lumayan murah.
PA wise.
LONG TERM. #NFA
1/2


$BJBR
price action(monthly & weekly TF):
#monthly TF
- tertahan 13&21 EMA.
- tertahan di area resistance.
- RSI di area oversold.
- sudah menyentuh garis support pada 1 tahun yang lalu.
#weekly TF
- bertahan di atas 13&21 EMA.
- stochastic sudah crossing up.
ada 3 skenario(2 bullish & 1 bearish skenario)
#bullish skenario
- ada kemungkinan ke area 900, lalu mengalami koreksi kembali di area 780-740 dan kembali melanjutkan kenaikan.
- jika mengalami breakout garis resistance(close bar monthly di area 900), akan mengalami koreksi di sekitar 850 lalu melanjutkan kenaikan di area 1.000-1.180.
#bearish skenario
- ada kemungkinan untuk mengalami penurunan di area 770-730(sampai menyentuh garis support), lalu melanjutkan kenaikan.
so far harga sekarang buat saya menarik karena masih berada di area bawah.
LONG TERM.#NFA
1/2


$BJBR andai-andai dikasi deviden 85 kayak tahun lalu , harga segini yieldnya 10 % .
Not bad lah dikasi duit buat nunggu.
Jauh diatas deposito.
$IHSG $ITMG
$BJBR https://cutt.ly/qtmPsf0V
$BJBR https://cutt.ly/GtmPyn1M
@hendip ya wajar juga Pemkab Pemkot masih pada pegang saham juga di sana. $BEKS harus percepat bangun kantor unit atau anak cabang, minimal tiap 3 kecamatan berdekatan ada 1, misal di kecamatan saya di pedalaman Lebak, cuma ada $BBRI dan $BJBR. Orang di daerah itu masih rajin datang ke kantor Bank, selain buat Nerima bansos, minjam buat usaha ya buat setor/kiriman dari luar.
$BJTM &$BJBR hati" sobat" long-term, hutang proyek Whoosh sudah fixed ditalangin APBN... Dampaknya pasti memengaruhi aliran dana ke daerah, terutama di Jawa
$BJBR $BJTM
Danah Transfer daerah di pangksa pemerintahan pusat.
semoga dividen payout rasionya(DPR) bisa meningkat.. mudah mudhan bisa sama seperti BNI,MANDIRI dan BRI jadi 100% dan bisa mendongkrak kenaikan saham
@IpangAji setuju, ngebelain $BJBR banget artinya ya ada cawe2 pribadi
saya rasa agak lamban dan kurang cepat dr pemprov juga! tapi masih percaya CHEF is COOKING here
$BEKS
https://cutt.ly/dtnYCfNC
rebut 3,3 Triliun dari $BJBR !!
Liat $BJBR , saham pemda jabar dan banten digabung 27.98% .. Banten sendiri dari 27.98% itu pegang berapa ya proporsinya? coba dialihkan ke bank sendiri (BEKS) harusnya
7. Arus Transaksi $BBCA
Perdagangan hari terakhir, keinginan Asing untuk menjual saham lebih besar dari pembelian 🔽. Volume bid mencapai 22,53%, sementara volume offer mencapai 76,83% dari total volume yang diperdagangkan. Pembelian asing pada hari terakhir bursa melemah dengan penurunan volume 🔽 67,25 juta dari hari sebelumnya, atau banyak dilepas asing 🔽 jika dibanding hari sebelumnya dengan aksi jual 76,83% dari volume transaksi. Porsi pembelian asing hanya 22,53% dari total volume transaksi.
💡 Trading Idea: Entry : 7.470 - 7.540; TP 1: 7.980 - 8.170; TP 2: > 9.000; Stop-Loss: < 7.470. Selama penutupan bertahan di atas 7.470, support tetap terjaga.
💡 Sentimen: 🗞 03 Feb 2026 - *Jahja Turun Gunung, Saham BBCA Meroket*, selengkapnya https://cutt.ly/Stb7uRzV
8. Arus Transaksi $BBTN
Perdagangan hari terakhir, keinginan Asing untuk menjual saham lebih besar dari pembelian 🔽. Volume bid mencapai 16,53%, sementara volume offer mencapai 39,96% dari total volume yang diperdagangkan. Pembelian asing pada hari terakhir bursa melemah dengan penurunan volume 🔽 10,80 juta dari hari sebelumnya, atau banyak dilepas asing 🔽 jika dibanding hari sebelumnya dengan aksi jual 39,96% dari volume transaksi. Porsi pembelian asing hanya 16,53% dari total volume transaksi.
💡 Trading Idea: Entry : 1.250 - 1.260; TP 1: 1.350 - 1.380; TP 2: > 1.500; Stop-Loss: < 1.250. Selama penutupan bertahan di atas 1.250, support tetap terjaga.
💡 Sentimen: 🗞 03 Feb 2026 - *BTN Bakal Jalin Sinergi dengan Yayasan Puteri Indonesia *, selengkapnya https://cutt.ly/Gtb7uRj9
9. Arus Transaksi $BJBR
Perdagangan hari terakhir, keinginan Asing membeli lebih besar dari penjualan 🔼. Volume bid mencapai 13,95%, sementara volume offer mencapai 11,54% dari total volume yang diperdagangkan. Pembelian asing pada hari terakhir bursa menguat dengan peningkatan volume 🔼 0,09 juta dari hari sebelumnya, atau mengalami peningkatan 🔼 21,27% dari volume transaksi. Porsi pembelian asing hanya 13,95% dari total volume transaksi.
💡 Trading Idea: Entry : 820 - 830; TP 1: 840 - 850; TP 2: > 900; Stop-Loss: < 820. Selama penutupan bertahan di atas 820, support tetap terjaga.
#6 Tidak Semua Penurunan Perlu Respon
Saya pernah berada di fase di mana setiap penurunan harga terasa seperti alarm darurat. Sedikit merah di layar, dan pikiran langsung sibuk menyusun skenario terburuk. Saya merasa harus selalu melakukan sesuatu: jual, beli lagi, pindah saham, atau setidaknya membuka aplikasi lebih sering. Diam terasa seperti kesalahan. Padahal, semakin sering saya merespons setiap gerakan kecil, semakin kacau hasilnya. Bukan karena pasar makin buruk, tapi karena saya sendiri kelelahan bereaksi.
Seiring waktu, saya mulai menyadari satu pola yang jujur tapi tidak nyaman: banyak penurunan tidak pernah benar-benar membutuhkan tindakan. Harga turun karena sentimen, karena emosi pasar, atau karena hal-hal yang sama sekali tidak mengubah kualitas bisnis yang saya miliki. Namun saya terlanjur menganggap semua penurunan sebagai ancaman. Di situlah saya keliru—saya menyamakan pergerakan harga dengan perubahan nilai, padahal keduanya sering berjalan di jalur yang berbeda.
Saya mulai belajar menahan diri, bukan dengan menutup mata, tapi dengan mengubah pertanyaan. Bukan lagi “kenapa harga turun?”, melainkan “apa yang benar-benar berubah?”. Jika jawabannya tidak menyentuh alasan awal saya berinvestasi, maka respons terbaik sering kali adalah tidak melakukan apa-apa. Ternyata, menahan diri itu jauh lebih sulit daripada bertindak. Tapi justru di situlah ketenangan mulai terbentuk—saat saya tidak lagi merasa wajib bereaksi pada setiap fluktuasi.
Hari ini, penurunan harga masih datang, dan rasa tidak nyaman tetap ada. Namun saya tidak lagi memperlakukannya sebagai panggilan aksi otomatis. Saya belajar bahwa respons yang berlebihan sering kali lebih merugikan daripada penurunan itu sendiri. Tidak semua penurunan perlu respon, dan tidak semua keheningan berarti pasrah. Kadang, keputusan paling dewasa di pasar saham adalah memberi ruang bagi waktu untuk bekerja, sementara kita menjaga pikiran tetap tenang.
$IHSG $BJBR $ADMF

@Stockbit $BJBR
Penjelasan Singkat
Pertumbuhan uang primer (M0) sebesar 14,7% YoY menunjukkan bahwa Bank Indonesia menambah likuiditas ke dalam sistem perbankan dan sirkulasi uang kartal cukup signifikan. Meski melambat dari bulan sebelumnya (16,8%), pertumbuhan ini tetap tinggi dan mencerminkan kebijakan moneter yang relatif akomodatif.
Dampak terhadap Masyarakat Umum
Daya Beli dan Inflasi: Pertumbuhan uang beredar yang tinggi berpotensi mendorong inflasi jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi riil. Masyarakat mungkin merasakan harga-harga naik lebih cepat, terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, jika dikelola baik, likuiditas ini juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang menghasilkan lebih banyak lapangan kerja.
Akses Kredit: Dengan likuiditas perbankan yang meningkat (giro bank di BI naik 30,1%), bank memiliki lebih banyak dana untuk disalurkan sebagai kredit. Ini berpotensi membuat pinjaman lebih mudah diakses dan suku bunga kredit bisa lebih kompetitif, menguntungkan masyarakat yang membutuhkan KPR, kredit kendaraan, atau modal usaha.
Tabungan dan Deposito: Sisi negatifnya, suku bunga simpanan mungkin tertekan karena bank memiliki kelebihan likuiditas. Masyarakat yang mengandalkan bunga deposito sebagai penghasilan pasif bisa merasakan return yang lebih rendah.
Dampak terhadap Bisnis
Pembiayaan Lebih Mudah: Likuiditas perbankan yang berlimpah membuat bisnis lebih mudah mengakses kredit modal kerja atau investasi. Ini positif untuk ekspansi usaha, terutama UMKM yang membutuhkan suntikan modal.
Permintaan Konsumen: Jika likuiditas mendorong pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja, daya beli masyarakat meningkat sehingga permintaan terhadap produk dan jasa bisa naik. Ini menguntungkan sektor ritel, consumer goods, dan jasa.
Risiko Kenaikan Biaya: Di sisi lain, jika inflasi meningkat, biaya operasional bisnis (bahan baku, upah, utilitas) bisa naik. Bisnis dengan margin tipis akan lebih tertekan. Perusahaan perlu mengantisipasi ini dengan strategi pricing dan efisiensi operasional.
Nilai Tukar: Likuiditas berlebih bisa melemahkan nilai tukar rupiah jika tidak ada arus masuk modal asing yang sepadan. Ini merugikan bisnis yang bergantung pada impor bahan baku, tapi menguntungkan eksportir karena produk mereka jadi lebih kompetitif di pasar global.
Strategi yang Disarankan: Bisnis sebaiknya memanfaatkan kondisi likuiditas tinggi untuk ekspansi atau refinancing utang dengan suku bunga lebih rendah, sambil tetap waspada terhadap risiko inflasi dan fluktuasi nilai tukar.
$BJBR https://cutt.ly/0tb21CYb
$BJBR Analisis Harga Wajar BJBR -> APRIL 2026 versi youtube "BY creator" gimana nih Master ? 😊 https://cutt.ly/dtb2N5aW
DAFTAR SAHAM DIVIDEN HUNTER (Yield Tertinggi 2025/2026) 🚀
Buat sahabat trader, yang suka hunting deviden, ini beberapa list yang bisa jadi sasaran tembak berdasarkan sektor 🎯
BATUBARA
ITMG Indo Tambangraya Megah 13.5% - 13.6%
PTBA Bukit Asam 12.5% - 13.2%
ADRO Alamtri Resources (Adaro) 8.0% - 15.0%*
$BSSR Baramulti Suksessarana 12.8% - 14.0%
PERBANKAN
BMRI - Bank Mandiri 8.9% - 11.2%
BBRI - Bank Rakyat Indonesia 5.1% - 9.2%
BBNI - Bank Negara Indonesia 7.1% - 8.8%
$BJBR - Bank BJB 10.5% - 11.0%
OTOMOTIF/ALAT
UNTR - United Tractors 10.0% - 11.5%
$ASII - Astra International 6.5% - 7.5%
HEXA - Hexindo Adiperkasa 7.5% - 8.5%
CONSUMER/RETAIL
LPPF - Matahari Dept. Store 15.0% - 17.8%
RALS - Ramayana Lestari 13.5% - 15.2%
HMSP - HM Sampoerna 7.2% - 9.0%
SIDO - Sido Muncul 6.0% - 8.0%
PROPERTI
DMAS - Puradelta Lestari 10.2% - 12.0%
Disclaimer & Strategi:
Yield Dinamis: Angka di atas bisa berubah mengikuti fluktuasi harga saham di market.
Dividend Trap: Waspadai penurunan harga saham (ARB) setelah Cum Date.
Timing: Pastikan pantau jadwal RUPS untuk kepastian nominal dividen final.
Catatan:
- Kalau mau profit bukan hanya dari deviden, tapi juga mau profit dari capital gain, maka dibutuhkan kemampuan analisa teknikal yang baik untuk entry & exit-nya.
- Kalau mau lebih maksimal lagi profitnya, hasil deviden di-investasikan lagi di saham big deviden lain (jangan dimasukkin ke saham yang sama ya), ini namanya strategi Compounding Deviden Lintas Saham. Untuk mendapatkan hasil maksimal, harus pilih saham dengan cum date berjarak, dan melihat momentum saham itu, baik secara fundamental dan sentimen.
Semoga bermanfaat 🙏 🙏 🙏
$BJBR perlu lebih berhemat lagi, pengeluaran untuk Promosi 180 Milyar, untuk komunikasi 180 Milyar per Q3 2025. Perlu belajar pada pihak swasta terutama BCA untuk bisa bekerja dengan efisien.