


Volume
Avg volume
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. atau BJBR merupakan perusahaan BUMD dengan bidang usaha perbankan konvensional dan syariah. Bank bjb merupakan salah satu Bank Umum milik Pemerintah Daerah di Indonesia yang memiliki nasabah utama berupa perorangan, karyawan, koperasi, BUMD, dan BUMN. Memiliki jaringan kantor 1 Kantor Pusat,65 Kantor Cabang, 309 Kantor Cabang Pembantu, 340 Kantor Kas, 152 Payment Point, 11 Kas Mobil Keliling, 1.386 ATM bank bjb, 11 Layanan Precious, 6 Sentra UMKM/PESAT, 11 Weekend Banking.
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Hari ini, Jumat 6 Maret 2026, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) mulai menawarkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I BWPT Tahap III Tahun 2026 senilai Rp122,825 miliar kepada investor. Adapun penjatahan dan distribusi sukuk secara elektronik pada 9 dan 11 Maret 2026. ...

stockwatch.id

@liongdan Ente yg Gak paham $BJBR. Bank itu ya gak punya Dana. Ya Uang Org di Pinjemin ke org Lain. Dengan Bunga yg lebih tinggi. Bank Berani ngasih Deposito 4%. Tapi dia Bungain ke yg Minjem 14%. Bank mah tanpa Modal, juga bisa CUAN.
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) atau Bank BJB berencana menghimpun dana dari pasar obligasi melalui penerbitan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BJB Tahap II Tahun 2026 dengan nilai pokok sebesar Rp932,41 miliar.
Aksi korporasi ini mer...

www.cnbcindonesia.com

JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) atau biasa disebut Bank BJB, berencana menerbitkan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 dengan nilai pokok mencapai Rp932,415 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi Perseroan, Kamis (5/3), penerbitan ini m...

www.idnfinancials.com

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Pembangunan daerah Jawa barat dan Banten Tbk (BJBR) atau disebut Bank BJB berencana untuk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 senilai Rp932,415 miliar. Masa penawaran obligasi pada 25-27 Maret 2026. Pencatatan obligasi BJBR di Bursa Efek I...

stockwatch.id

$BJBR menerbitkan obligasi ±Rp932 miliar dengan kupon 6–6,25%.
Secara angka, ini normal.
Secara struktur, ini wajar untuk bank.
Secara rating, masih di level idAA.
Lalu kenapa sebagian market terasa ragu?
Karena yang diuji bukan obligasinya. Yang diuji adalah kepercayaan terhadap momentum kinerja. Saat ROE melemah, NPL naik tipis, Efisiensi belum membaik market jadi lebih sensitif.
Berita netral dalam kondisi kuat > dianggap ekspansi.
Berita netral dalam kondisi lemah > dianggap beban.
Perbedaannya cuma satu yakni kepercayaan.
Sekarang pertanyaannya "Apakah obligasi ini tanda bank memperkuat likuiditas untuk tumbuh? Atau tanda bank mulai defensif menjaga napas?"
Jawaban sebenarnya tidak ada di headline.
Jawabannya ada di
1) Reaksi harga di area support,
2) Pola volume saat ditekan,
3) Apakah ada akumulasi senyap.
Karena pada akhirnya, harga selalu lebih jujur daripada opini.
EmitenNews.com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) atau Bank BJB bersiap menghimpun dana dari pasar obligasi melalui penerbitan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BJB Tahap II Tahun 2026 dengan nilai pokok sebesar Rp932,41 miliar. Langkah ini merupakan bagian dari...

www.emitennews.com

$BJBR https://cutt.ly/WtEDpb3T
$BJBR https://cutt.ly/KtEDi6dh
#AI #DividenInvesting #Yield>4%
==========================================================================
ANALISIS STRATEGIS SAHAM DIVIDEN TINGGI (BURSA EFEK INDONESIA)
==========================================================================
1. KLASIFIKASI SAHAM BERDASARKAN REKAM JEJAK (STREAK)
---------------------------------------------------
Data menunjukkan beberapa saham memiliki konsistensi luar biasa:
- The Long-Runners (15-17 Tahun): ADRO, ITMG, PTBA, HEXA, ROTI, BJBR.
(Sangat aman secara historis, teruji melewati berbagai siklus ekonomi).
- The Consistent (12-13 Tahun): BSSR, BJTM.
(Sangat stabil dan terprediksi untuk pendapatan pasif).
- The Newcomers/Rebound (4-5 Tahun): LPPF, TPMA, RALS, SCMA.
(Yield tinggi tapi risiko keberlanjutan lebih besar).
2. ANALISIS YIELD VS FUNDAMENTAL (DPR & SUSTAINABILITY)
---------------------------------------------------
- Sektor Komoditas (ITMG, PTBA, ADRO):
* Yield: Sangat Tinggi (12-15%).
* Payout Ratio (DPR): Agresif (70-90%).
* Karakter: High Risk, High Reward. Sangat bergantung pada harga batu bara dunia.
- Sektor Perbankan Daerah (BJTM, BJBR):
* Yield: Stabil (9-10%).
* Payout Ratio (DPR): Sehat & Terukur (50-55%).
* Karakter: Defensif dan paling aman untuk jangka panjang.
- Sektor Ritel (LPPF, $RALS):
* Yield: Tertinggi di daftar (15%+).
* Waspada: Perhatikan tren laba bersih. Yield tinggi bisa menjadi "Dividend Trap"
jika harga saham terus turun akibat penurunan kinerja bisnis.
3. SIMULASI INVESTASI (MODAL RP 100 JUTA)
---------------------------------------------------
Perbandingan antara Yield Tinggi (ITMG) vs Stabilitas (BJTM):
A. ITMG (Estimasi Yield 13,10%)
- Dividen Kotor: Rp 13.100.000
- Pajak (10%): Rp 1.310.000
- Dividen Bersih: Rp 11.790.000 (± Rp 982.500/bulan)
B. BJTM (Estimasi Yield 9,27%)
- Dividen Kotor: Rp 9.270.000
- Pajak (10%): Rp 927.000
- Dividen Bersih: Rp 8.343.000 (± Rp 695.250/bulan)
4. RISIKO UTAMA (THE RED FLAGS)
---------------------------------------------------
- Dividend Trap: Harga saham turun drastis setelah tanggal Cum Date
(Capital loss lebih besar dari dividen yang didapat).
- Siklus Laba: Sektor komoditas bisa memangkas dividen jika harga
komoditas global anjlok.
- Pajak: Gunakan fasilitas Reinvestasi untuk mendapatkan Pajak 0%.
5. REKOMENDASI STRATEGI
---------------------------------------------------
- Untuk Keamanan: Fokus pada $BJTM/$BJBR (Streak belasan tahun).
- Untuk Booster Income: Masuk ke ITMG/PTBA saat harga saham terkoreksi.
- Strategi Ideal: Diversifikasi 60% saham defensif (Bank) dan 40% saham
siklikal (Tambang) untuk menjaga keseimbangan antara yield dan keamanan modal.
---------------------------------------------------------------------------
Catatan: Analisis ini berdasarkan data historis. Kinerja masa lalu tidak
menjamin hasil di masa depan. Selalu lakukan cek ulang pada laporan
keuangan terbaru sebelum mengambil keputusan investasi.
==========================================================================
#DYOR

KABARBURSA.COM - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat delapan efek yang terdiri dari enam obligasi dan dua sukuk selama sepekan periode 23-27 Februari 2026.
Pada Rabu, 25 Februari 2026, Obligasi Berkelanjutan VI Indomobil Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2026 yang diterbi...

www.kabarbursa.com

IDXChannel - Aktivitas pasar modal Indonesia sepanjang 23–27 Februari 2026 diwarnai maraknya pencatatan instrumen utang di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selama periode tersebut, tercatat delapan efek baru dengan total Rp14,01 triliun yang terdiri dari enam obligasi dan dua sukuk resmi melantai di bu...

www.idxchannel.com

@dentama kalau membandingkan dari dividennya gimana pak ? apakah ada korelasi antara dividen dengan kinerjanya $BJTM & $BJBR pak ?
$BJTM
Heh hoh, udah ke 600 aja ini Sahamnya para dividen investing. Halo teman, yang punya barang under 550 udah pada senyum kan. Ya nggak? 😁
Yang Average di bawah saya juga banyak sih pastinya.
$BJBR $BBRI

$BJBR# Deviden kl di lihat jejak digital mulai tahun 2016- 2024 di atas 85 persaham kemungkinan tahun 2025 devidennya 80 persaham
$BJBR waw sangat cantek rounding bottomnya.
Bisalah tutup gap area 885-950.
April bagi deviden, ga ada pilihan maret harus dinaikkan .
Semua yg sabar pasti dapat cuan
$BBCA $UNTR 🤩
