


Volume
Avg volume
Andira Agro Tbk bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, pemanenan dan pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) dengan lokasi Perkebunan di Kabupaten Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan. Komoditas Utama yang dihasilkan Perseroan antara lain Crude Palm Oil (CPO) sebanyak lebih dari 27.663 ton serta Palm Kernel (PK) sebanyak lebih dari 7.143 ton.
$ANDI
Halo para rekan investor! Mari kita bedah bersama laporan keuangan tahunan 2025 dari PT Andira Agro Tbk (kode emiten: ANDI). Sebagai emiten yang beroperasi di subsektor perkebunan dan tanaman, ANDI saat ini berada di Papan Pemantauan Khusus, dan data fundamentalnya menunjukkan dinamika yang menuntut kewaspadaan ekstra dari kita.
Berikut adalah analisa dan arahan saya berdasarkan kinerja keuangan ANDI:
**1. Kinerja Pendapatan dan Profitabilitas (Rapor Merah pada Efisiensi)**
Kabar baiknya, ANDI berhasil mencetak kenaikan penjualan dan pendapatan usaha menjadi Rp 246,43 miliar di 2025, naik cukup lumayan dari Rp 196,74 miliar pada tahun 2024. Namun, jangan buru-buru tergiur! Jika kita telusuri beban pokok penjualannya, angkanya mencapai Rp 249,96 miliar.
Ini artinya perusahaan mengalami **Rugi Bruto sebesar Rp 3,53 miliar**, meski memang membaik dibanding kerugian kotor tahun sebelumnya yang mencapai Rp 11,96 miliar. Ingat rumus dasar kita: emiten yang menjual barang di bawah harga modal (rugi kotor) memiliki masalah struktural yang berat. Akibatnya, kerugian bersih ANDI semakin membengkak dari Rp 23,05 miliar (2024) menjadi **Rugi Bersih Rp 40,97 miliar** di akhir 2025. Laba per saham (EPS) pun ikut merosot tajam menjadi minus Rp 4,38 per lembar.
**2. Kondisi Neraca dan Likuiditas (Lampu Kuning pada Kas)**
Kesehatan finansial ANDI sedang dalam tekanan. Total aset perusahaan menyusut tajam dari Rp 350,16 miliar menjadi Rp 296,57 miliar.
Yang paling krusial bagi investor untuk dicermati adalah posisi likuiditasnya. Kas dan setara kas anjlok sangat drastis, dari Rp 15,82 miliar di 2024 menjadi **hanya tersisa Rp 1,39 miliar** di akhir 2025. Di sisi lain, meskipun total liabilitas berhasil ditekan dari Rp 190,38 miliar menjadi Rp 177,94 miliar, utang bank jangka panjang emiten masih sangat besar, yakni bertengger di angka Rp 135,67 miliar.
Hal ini tentu menggerus modal pemilik. Ekuitas perusahaan turun dari Rp 159,77 miliar menjadi Rp 118,62 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh akumulasi saldo laba negatif (defisit) yang kini kian membengkak menjadi minus Rp 135 miliar.
**3. Tinjauan Arus Kas**
Arus kas dari operasi mencatatkan arus masuk tipis sebesar Rp 1,00 miliar, sedikit lebih baik dibandingkan kerugian kas operasi Rp 3,35 miliar di tahun sebelumnya. Namun, angka ini belum cukup kuat untuk menopang kebutuhan pendanaan, terlihat dari total arus kas sebelum perubahan modal kerja yang masih minus Rp 10,45 miliar. Perusahaan juga tercatat menggunakan kas untuk membayar utang bank sebesar Rp 7,5 miliar, yang menjadi salah satu faktor utama amblasnya sisa kas di akhir tahun.
**Kesimpulan & Arahan Mentor:**
Bagi kalian yang sedang memantau saham ANDI, arahan saya sangat jelas: **Hindari sementara waktu (Wait and See)**. Status perusahaan yang berada di papan pemantauan khusus bursa sudah menjadi sinyal peringatan awal. Secara fundamental, perusahaan sedang mengalami masalah profitabilitas yang kronis (menjual produk dengan posisi rugi kotor) dan sedang dihadapkan pada kekeringan kas yang sangat serius.
Sebagai investor, kita ingin menaruh uang pada perusahaan yang mampu mencetak laba bersih atau setidaknya memiliki posisi kas yang kuat untuk berekspansi. Sebelum manajemen ANDI membuktikan kemampuannya melakukan efisiensi (mencetak laba kotor positif) dan menyeimbangkan rasio utangnya, risiko berinvestasi pada saham ini tergolong sangat tinggi.
Tetap disiplin, lindungi modal kalian, dan fokuslah pada emiten dengan fundamental yang sehat!
https://cutt.ly/UtTtei0J
oke lanjut part 35 : beberapa perusahaan sudah mulai publikasi FY-2025 nya. Sekarang kita cek status dan siklus 5 tahunannya. 3 emiten dulu (ESSA, MCOL, ANDI)
$ESSA ,PT ESSA Industries Indonesia Tbk, perusahaan energi & chemicals dengan dua aset utama:
- Palembang LPG Plant (PLP) : kapasitas ±60-70 ribu ton LPG per tahun
- Banggai Ammonia Plant (BAP) : kapasitas ±650 ribu ton ammonia per tahun
Ammonia menjadi driver utama profit, sedangkan LPG refinery lebih stabil tetapi margin lebih kecil.
Karakter bisnis:
- Commodity chemical cycle
- Sensitif terhadap harga ammonia global
- Margin tinggi saat cycle ammonia naik
Hal yang perlu dinormalisasi:
1️⃣ Commodity cycle ammonia : 2022 profit sangat tinggi → tidak sustainable
2️⃣ Depresiasi plant besar : EBITDA tinggi tetapi earnings tertekan
3️⃣ Debt repayment effect : 2025 interest turun karena utang dilunasi
Normalized True Earning ≈ 50 juta USD / tahun
TRUE EPS ESSA ≈ Rp 40 – Rp 50
Karena bisnis chemical cyclical + commodity, wajar:
Bear cycle 8x = 360 per share
Normal cycle 10x = 450 per share
Expansion cycle 12–14x = 540 per share
efektivitas capex
2021 plant reliability, produksi stabil
2022 debottleneck ammonia, capture supercycle
2023 efficiency & maintenance, margin defense
2024 operational optimization, cash flow stabil
2025 debt repayment, perusahaan jadi net cash
Strategi manajemen cukup disiplin: memaksimalkan operating leverage, fokus plant uptime tinggi, debt free balance sheet
Ini sangat penting untuk bisnis cyclical.
fase emiten
Fase bisnis : Commodity chemical cyclical
Revenue driver : ammonia price
Margin stability : medium
Balance sheet : net cash (2025)
Growth driver : ammonia demand + green ammonia
Kondisi Market Segment
Ammonia global : volatile
Fertilizer demand : stabil
Energy transition : ammonia fuel demand naik
LPG refinery : stabil low growth
Long term: green ammonia & hydrogen bisa jadi driver baru.
Manajemen menyampaikan: turnaround ammonia plant Q2 2026, memastikan reliability jangka panjang.
ESSA bukan growth stock, tapi cyclical commodity play. Biasanya profit meledak saat ammonia spike, stagnan saat harga turun.
PT Prima Andalan Mandiri Tbk ( $MCOL ):
- Tambang batubara thermal
- juga memiliki jasa pertambangan dan logistik tambang
- operasi utama di Kalimantan Timur
- fokus pada pasar ekspor + domestik (PLN / industri)
Strategi perusahaan:
- eksplorasi infill drilling untuk memperpanjang umur tambang
- efisiensi biaya produksi
- peningkatan volume produksi dan logistik.
Karakter bisnis:
- commodity cyclical
- margin sangat dipengaruhi harga coal index (ICI / Newcastle).
Strategi capex perusahaan fokus pada:
1️⃣ Infrastruktur tambang : conveyor, hauling road, crushing plant
2️⃣ Logistik : jetty (dermaga bongkar muat), barge loading, coal stockpile
3️⃣ Fasilitas operasional : workshop alat berat, tangki BBM, mess karyawan
Dalam paparan publik disebutkan pembangunan:
- tangki BBM 2 × 4000 KL
- workshop alat berat
- mess karyawan : untuk meningkatkan produktivitas tambang.
Tujuan capex:
- menaikkan produksi
- menurunkan cost hauling
- mempercepat loading.
Fase & Status Emiten
Fase industri : Late coal supercycle
Fase emiten : Cash harvesting
Cashflow : sangat kuat
Debt : rendah
Dividen potential : tinggi
Risiko utama : harga coal
Kesimpulan: MCOL bukan growth company, tetapi cash machine commodity stock.
Kondisi Market Segment
Thermal coal global : normalisasi
China demand : stabil
India demand : naik
PLN domestik : stabil
ESG pressure : meningkat
Permintaan domestik + ekspor masih kuat sehingga penjualan tetap stabil.
TRUE EPS MCOL ≈ Rp400 / saham
Valuasi mid-cycle 400 × 6 = 400×6=Rp2400
Fair Value MCOL ≈ Rp2000 – Rp3000
Outlook MCOL
Q1 2026
kemungkinan: produksi stabil, margin masih baik, harga coal sideways
driver: ICI stabil, demand India.
Q2 2026
risiko:seasonal coal demand, harga bisa melemah.
MCOL adalah deep value commodity stock
karakter:
✔ strong cashflow
✔ dividen tinggi
✔ cost mining relatif efisien
tetapi:
⚠ tidak growth
⚠ sangat tergantung harga coal.
PT Andira Agro Tbk ( $ANDI )bergerak di:
- Perkebunan kelapa sawit
- Pengolahan TBS menjadi CPO & Palm Kernel
- Penjualan CPO ke refinery domestik
Perseroan mengelola perkebunan sawit dan pabrik kelapa sawit (PKS) dengan fokus pada produksi minyak sawit mentah.
Ciri model bisnis ANDI:
- upstream sawit (plantation + mill)
- tidak terintegrasi hilir (refinery / biodiesel)
- harga jual sangat bergantung harga CPO global
implikasi kondisi operasional : masalah utama bukan demand, tetapi operational efficiency
Dari public expose 2025, Fokus capex:
- Maintenance mesin PKS
- Perbaikan fasilitas pengolahan
- efisiensi produksi sawit
Perusahaan menyatakan: capex difokuskan pada mesin pengolahan sawit dan maintenance fasilitas PKS.
Catatan penting: umur tanaman ±12 tahun → belum perlu replanting besar.
Artinya capex ANDI lebih ke operational recovery, bukan ekspansi.
EPS rata-rata siklus ≈ 0.53 / share
Sawit kecil biasanya dihargai: 6–8x
fair value ANDI ≈ 3 – 4 rupiah
Fase Emiten ANDI
- Fase bisnis : Recovery / Distress
- Kinerja : masih rugi
- Operasional : PKS belum optimal
- Balance sheet : tekanan utang
- Market position : small upstream sawit
Kondisi Market Segment (Sawit)
Faktor industri:
Positif : demand global minyak nabati tinggi, biodiesel program, CPO price cyclically strong
Negatif : cost produksi naik, ESG pressure, produktivitas kebun kecil
Untuk ANDI ➡ leverage terhadap harga CPO tinggi
ANDI adalah tipe saham : micro cap sawit turnaround
➡ cocok hanya untuk spekulasi recovery, bukan core holding.
$WINR $ANDI $EPAC
FCA KRITERIA 1
berikut terlampir,
✔️skor FCA kriteria 1 dari tanggal 27 Feb 2026 - 6 Maret 2026.
✔️contoh simulasi sementara saham FCA 1 pada saham BKDP
✔️apa itu FCA kriteria 1 & cara penyelesaiannya
✔️tips & trik trading saham fca kriteria 1
investor harus selalu pahami resiko maupun reward di FCA kriteria 1
smoga bermanfaat & goodluck 💪💪
1/4




@ardanumbara1912 jadi untuk $ANDI untuk lulus fca dalam periode sekarang masih jauh dari harga >51, bisa pelajari dulu detail mekanisme saham fca1, terima kasih sudah ngecek mas
Setelah semingguan mencoba membuat web sederhana, akhirnya selesai juga. Web untuk menampilkan data perkembangan saham FCA1 , jadi bisa dilihat perkembangan rata2nya tiap hari apakah memiliki kecenderungan akan lulus atau masih jauh dari harapan.
Semoga membantu
$ANDI $BTEK $TAMA
https://cutt.ly/DtR9U18t
1/2


$ANDI saham yang mencurigakan banget . fudamental jelek tapi bisnisnya kelapa sawit kok bisa rugi , lalu insidenya banyak bgt reksadana + smartmoney , apa yang akan terjadi
$ANDI njir, gwe kerja di perusahaan sawit juga luasanya hampir sama tapi kantorku untung terus g pernah rugi.. klo costnya g bisa nutup coba pabriknya tutup aja.. cukup kebun doang jual tbs.. fix cost pabrik itu tinggi.. apalgi hasil kebun sendiri g bsa supply kapasitas pabrik..ngandelin plasma atau buah luar mah kepentok harga beli yg diatur disbun mana untung..
$ANDI Berikut adalah analisis terhadap laporan keuangan tahunan (FY 2025) ANDI
Secara fundamental, ANDI menunjukkan profil risiko yang sangat tinggi. Perusahaan terjebak dalam kondisi net loss yang membengkak meskipun pendapatan naik, ditambah dengan status Papan Pemantauan Khusus
Dari kacamata Analis, ini adalah emiten "Distressed Asset" yang sedang berjuang melawan insolvensi teknis karena akumulasi rugi yang menggerus ekuitas secara signifikan.
Bedah Angka: Analisis Mendalam.
1. Top-Line Growth vs. Bottom-Line Bleeding
Revenue (Penjualan): Rp 246,43 Miliar (Naik 25,2% YoY dari Rp 196,74 Miliar).
Pertumbuhan pendapatan ini semu (illusory) karena Cost of Goods Sold (COGS) sebesar Rp 249,96 Miliar. Perusahaan mengalami Gross Loss (Rugi Bruto) sebesar Rp 3,53 Miliar. Secara operasional, ANDI menjual produk di bawah harga produksi atau biaya operasional kebunnya jauh melampaui efisiensi pasar.
Net Loss (Rugi Tahun Berjalan): Rp 40,97 Miliar (Membengkak 77,7% YoY dari rugi Rp 23,05 Miliar).
Kerugian yang sangat dalam ini disebabkan oleh margin kotor negatif yang diperparah oleh beban operasional dan beban keuangan (bunga) yang tetap tinggi.
2. Financial Position & Liquidity (Neraca)
Cash & Cash Equivalents (Kas): Rp 1,40 Miliar (Turun drastis 91,2% dari Rp 15,82 Miliar).
Ini adalah red flag utama. Likuiditas perusahaan berada di titik kritis. Dengan kas hanya Rp 1,4 Miliar, perusahaan hampir tidak memiliki "nafas" untuk menutupi liabilitas jangka pendek yang segera jatuh tempo.
Total Equity (Ekuitas): Rp 118,63 Miliar (Turun dari Rp 159,78 Miliar).
Ekuitas tergerus oleh Accumulated Deficit sebesar Rp 134,99 Miliar. Struktur permodalan semakin rapuh karena akumulasi kerugian terus memakan modal disetor.
Debt Profile: Utang bank jangka panjang mencapai Rp 135,67 Miliar.
Beban bunga (finance costs) sebesar Rp 12,12 Miliar per tahun menjadi beban berat bagi perusahaan yang bahkan tidak mampu menghasilkan laba kotor.
3. Cash Flow (Arus Kas)
Operating Cash Flow: Positif Rp 1,00 Miliar (Membaik dari negatif Rp 3,35 Miliar pada 2024).
Meskipun operasional menghasilkan kas tipis, ini tidak cukup untuk membayar cicilan utang bank dan bunga secara berkelanjutan. Penurunan kas secara keseluruhan menunjukkan perusahaan sedang melakukan penghematan ekstrem atau kehabisan sumber pendanaan eksternal.
Pandangan:
Dari perspektif institusional, saham ini dikategorikan sebagai "Avoid" dengan beberapa catatan kritis:
-Inefisiensi Operasional: ANDI gagal mencapai economies of scale. Di sektor perkebunan (Consumer Non-Cyclicals/Agricultural Products), efisiensi biaya adalah segalanya. Gross loss menunjukkan perusahaan tidak kompetitif.
-Solvency Risk: Dengan rasio utang bank yang besar dibandingkan dengan kas dan profitabilitas, risiko gagal bayar (default) meningkat. Jika tidak ada restrukturisasi utang atau suntikan modal (rights issue), kelangsungan usaha (going concern) bisa terancam.
-Watchlist Board: Status di Papan Pemantauan Khusus membuat likuiditas perdagangan saham ini rendah dan dipenuhi sentimen spekulatif, bukan investasi value.
Kesimpulan & Estimasi Harga Wajar
Kesimpulan:
ANDI berada dalam kondisi finansial yang sangat tertekan. Pendapatan yang tumbuh tidak berarti apa-apa jika margin kotor tetap negatif. Perusahaan ini sedang "membakar" ekuitasnya untuk tetap bertahan hidup.
Harga Wajar :
Metode PBV : Nilai buku per saham terus menurun. Berdasarkan total ekuitas Rp 118,63 Miliar dan jumlah saham yang beredar, nilai buku intrinsik terus tergerus.
Estimasi :Dalam kondisi rugi terus-menerus dan ekuitas negatif secara akumulatif (defisit), nilai wajar secara fundamental sulit ditetapkan di atas harga saat ini. Saham ini secara teoritis bernilai di bawah harga nominalnya jika tidak ada pembalikan kinerja (turnaround) yang drastis.
Disclaimer : Analisis ini berdasarkan data LK FY 2025 yang tersedia dan Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/beli.
@StockbitReports pendapatan naik rugi malah makin besar $ANDI
mending direksi nya turunin gaji aja separo nya biar beban nya berkurang
Rugi terus tapi pendapatan naik 50 Milyar, Banyak lahan yang kurang terawat dan Pendapatan bisa lebih seharusnya, woi perbaiki manejemen Lo berarti, Cek manejemen juga itu ada yang korupsi atau tidak $ANDI, seperti nya perusahaan Lo bisa lebih bagus, $SIMP pak Salim ini diambil lahannya dan perbaiki manajemen nya, pasti bisa itu cetak laba besar
wahh ternyata aku exit di waktu yang tepat kawan 🤯
$ANDI
https://stockbit.com/post/26739870
Pernah punya harapan besar di emiten ini, sampe akhirnya dibawa nyungsep, untung masih bisa keluar ijo tipis
$ANDI