


Volume
Avg volume
ADHI awalnya didirikan pada tahun 1960 sebagai perusahaan pemborong milik Pemerintah Kolonial Belanda dengan nama Architecten-Ingenieurs en Aannemersbedrijf, yang kemudian dinasionalisasi melalui Peraturan Pemerintah No. 2/1960 dan dilebur pada tahun 1961 menjadi P.N. βADHI KARYAβ dengan pengalihan seluruh hak, kewajiban, perlengkapan, kekayaan, dan usahanya. Selanjutnya, pada tahun 1971, PN ADHI KARYA diubah menjadi perusahaan perseroan (Persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 41/1971. Kemudian ADHI menjadi perusahaan konstruksi pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 18 Maret 2004, yang melatarbelakang... Read More
Sebenarnya hutang yang harus dibayarkan oleh perusahaan ini tdk terlalu besar. Masa sekelas $PTPP tidak punya uang under 5M untuk bayar ginian?
Artinya ni perusahaan bukan masalah di cash yg ga punya, tapi karakter dari Leader dan pimpinannya yg udah busuk sebusuk busuknya. Wajar Bro Ron ampe ngamuk trus klo bahas BUMN konstruksi ginian.
Kalau memang karakter pemimpin sebuah perusahaan sudah seperti dajjal, sebaik dihindari karena akan membawa kerugian bagi yg bekerjasama dengan perusahaan tsb. $ADHI $WTON
Mengapa Kita Begitu Mencintai Saham yang Kita Miliki?
Salah satu jebakan psikologis paling halus dalam investasi adalah kecenderungan kita mencintai saham hanya karena kita sudah memilikinya. Begitu transaksi selesai dan saham masuk ke portofolio, persepsi kita berubah. Saham yang sebelumnya dinilai secara dingin dan rasional kini terasa lebih berharga, lebih menjanjikan, dan lebih layak dipertahankan. Itulah yang dimaksud dengan endowment effect.
Secara sederhana, otak kita memberi nilai lebih tinggi pada sesuatu hanya karena itu βmilik kitaβ. Dalam konteks saham, kepemilikan menciptakan ikatan emosional. Kita mulai merasa saham tersebut adalah perpanjangan dari identitas dan kecerdasan kita sebagai investor. Akibatnya, penilaian objektif perlahan memudar. Informasi positif terasa semakin meyakinkan, sementara sinyal negatif cenderung kita abaikan atau kita cari pembenarannya.
Di sinilah masalah mulai muncul. Ketika laporan keuangan memburuk, manajemen mengambil keputusan yang meragukan, atau industri memasuki fase sulit, kita tidak lagi bertanya apakah saham ini masih layak dimiliki. Sebaliknya, kita sibuk mencari alasan mengapa semua ini hanya sementara. Otak kita bekerja keras untuk membela keputusan masa lalu, karena mengakui kesalahan terasa menyakitkan. Menjual saham berarti mengakui bahwa keputusan awal mungkin tidak sebaik yang kita kira.
Endowment effect sering berjalan beriringan dengan confirmation bias. Kita cenderung membaca analisis yang sejalan dengan pandangan kita dan menghindari sudut pandang yang berlawanan. Bahkan ketika harga saham terus turun, fokus kita bergeser dari kualitas bisnis ke harapan bahwa harga akan kembali ke level beli. Padahal, harga beli tidak punya makna apa pun bagi masa depan perusahaan.
Cara mengatasinya bukan dengan menghilangkan emosi sepenuhnya, karena itu hampir mustahil. Yang bisa kita lakukan adalah membangun sistem yang membantu kita berpikir lebih jernih. Beberapa pendekatan berikut bisa membantu:
1. Pisahkan keputusan beli dan keputusan tahan. Setiap kali meninjau saham, tanyakan apakah kita akan membeli saham ini hari ini jika belum memilikinya.
2. Tetapkan kriteria rasional sejak awal. Misalnya, perubahan fundamental apa yang akan membuat kita menjual, terlepas dari untung atau rugi?
3. Biasakan menulis tesis investasi. Dengan begitu, kita bisa membandingkan kondisi awal dengan realitas terbaru tanpa distorsi emosi.
4. Pelajari pandangan yang berlawanan. Secara sadar cari argumen mengapa saham ini bisa menjadi investasi yang buruk.
Ingatlah, saham bukanlah pasangan hidup. Saham hanyalah alat untuk mencapai tujuan finansial. Mencintai proses belajar dan disiplin jauh lebih penting daripada mencintai saham tertentu. Bila kita memandang portofolio dengan kacamata ini, keputusan investasi akan terasa lebih ringan dan lebih rasional.
So, tinjau kembali portofolio Anda. Adakah saham nyangkut yang sulit sekali Anda lepaskan? Apakah itu karena fundamentalnya masih kuat atau semata karena Anda sudah terlalu lama nyangkut?
@Blinvestor
Follow my Telegram: https://cutt.ly/Btd6w8CM
Random tags: $ADHI $WIKA $PTPP
Mimpi Pertumbuhan 8% vs Realita Konstruksi yang Melambat
Untuk capai PDB 8%, kita butuh pertumbuhan investasi ~10% tiap tahun. Realitanya? Cuma 5,09%. Bahkan sektor konstruksi pun melambat ke 3,81%. ποΈ
Bagaimana mungkin kita membangun "mesin digital" dan pabrik canggih kalau semen dan bajanya saja geraknya pelan? Apakah skema KPBU akan jadi penyelamat atau malah jadi beban bagi swasta?
Cek perdebatan antara si Optimis vs si Skeptis di video ini:
https://cutt.ly/StnibsrQ
Tag: $SMGR $INTP $ADHI
Danantara Indonesia memastikan proses konsolidasi di sektor infrastruktur melalui merger BUMN Karya akan rampung pada semester II/2026 setelah fase pembersihan laporan keuangan atau impairment aset. βTahun lalu kita sudah lakukan pembersihan dulu, kita rapikan buku-bukunya melalui impairment. Sete...

www.neraca.co.id

$ADHI gila sih daritadi tak perhatikan bid offernya. dicabut pasang terus wkwkwk hati2 ya tel kalo masuk kesini, fake semua isinya
Moody's nyebut anggaran pemeliharaan infrastruktur dipangkas buat biayain makan gratis. Ini sentimen negatif buat sektor konstruksi pelat merah.
($ADHI, $PTPP, $WIKA)
$PTPP Info A99 dikabarkan DANANTARA INDONESIA bakal mengeluarkan duit Rp 97 Triliun untuk pembangunan Infrastruktur πππ
$PPRE $ADHI
Pemerintah menargetkan proses merger dan konsolidasi Badan Usaha Milik Negara atau BUMN karya rampung pada semester II atau Juli - Desember 2026. Langkah ini menjadi tahap akhir setelah rangkaian penyehatan keuangan dan restrukturisasi yang dilakukan dalam dua tahun terakhir.
Kepala Pengaturan Badan...

katadata.co.id
β
Gini Ratio (Indeks Ketimpangan) Indonesia terus menurun.
Gini Ratio Sep 2025 tercatat 0,363
Turun 0,012 poin dari Mar 2025.
https://cutt.ly/mtbtjcTO
Upaya pemerataan kesejahteraan terus berlanjut ke seluruh wilayah Indonesia.
$IHSG $BBRI $ADHI

$PTPP mundur lagi jadi semester II 2026, akhir 2025 awalnya selesai, kuartal 1 2026 selesai sekarang jadi akhir 2026
Enjoy besok minimal -5%
Analisa sederhana: perusahaan sehat dilebur sama perusahaan fosil --> akan ikut jadi fosil (WIKA)
$ADHI $WIKA
Pemerintah menargetkan proses merger dan konsolidasi Badan Usaha Milik Negara atau BUMN karya rampung pada semester II atau Juli - Desember 2026. Langkah ini menjadi tahap akhir setelah rangkaian penyehatan keuangan dan restrukturisasi yang dilakukan dalam dua tahun terakhir.
Kepala Pengaturan Badan...

katadata.co.id
@GANDANEGARA25 betul bang $PTPP $ADHI BUMN Karya semua isi tikus, kontrak 26 triliun profit 1% aja gaada per tahun.
Banyak koruptor
justru aku melihat $ADHI tahan banting saat IHSG merosot parah, tahun ini setidaknya ada tiga agenda Danantara di saham ini (perlu konfirmasi dan DYOR);
1. Proyek WtE, emiten sejenis $OASA mungkin banyak yg ngegoreng tapi ADHI udah siap di infrastruktur lebih awal. RDF Bantar Gebang milik ADHI udah jalan. Danantara jg mengumumkan adanya kerjasama tipe konsesi utk proyek ini antara asing, PLN, swasta dan perusahaan lokal utk transfer teknologi (BUMN?). Tunggu pertengahan bulan Februari ini
2. Isu penyehatan keuangan BUMN Karya sebelum adanya merger. Jelas berpengaruh ke valuasi saham. Coba hitung ulang nilai wajar saham ini berapa. Undervalue dgn nilai skrg. Kalau hitungan gw ada di angka 400-an per lembar
3. Isu merger dgn $PTPP dan/atau dengan Nindya Karya dan Brantas Abipraya (entah siapa yg akan jadi perusahaan holding), tapi merger ini tentu menambah nilai aset + risiko penyatuan hutang/liabilitas juga
DYOR yak
Masih baru jg gw di saham