


Volume
Avg volume
ADHI awalnya didirikan pada tahun 1960 sebagai perusahaan pemborong milik Pemerintah Kolonial Belanda dengan nama Architecten-Ingenieurs en Aannemersbedrijf, yang kemudian dinasionalisasi melalui Peraturan Pemerintah No. 2/1960 dan dilebur pada tahun 1961 menjadi P.N. “ADHI KARYA” dengan pengalihan seluruh hak, kewajiban, perlengkapan, kekayaan, dan usahanya. Selanjutnya, pada tahun 1971, PN ADHI KARYA diubah menjadi perusahaan perseroan (Persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 41/1971. Kemudian ADHI menjadi perusahaan konstruksi pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 18 Maret 2004, yang melatarbelakang... Read More
Ringkasan Pandangan: High Risk, Speculative Buy
Secara fundamental, ADHI masih menghadapi tekanan berat akibat beban utang dan penurunan laba yang signifikan sepanjang tahun 2025. Namun, sentimen untuk tahun 2026 mulai sedikit lebih positif karena adanya target kontrak baru yang lebih tinggi dan potensi penurunan beban bunga seiring pemangkasan suku bunga BI.
Bagi investor konservatif, rekomendasinya adalah Wait and See. Bagi trader atau investor agresif, bisa mempertimbangkan Trading Buy (beli jangka pendek) dengan memanfaatkan area support.
Analisis Fundamental (Kondisi Keuangan)
Kinerja 2025 yang Tertekan:
1. Laporan keuangan Kuartal III-2025 menunjukkan penurunan laba bersih yang sangat tajam (anjlok sekitar 93% secara Year-on-Year menjadi hanya ~Rp4,4 miliar).
2. Pendapatan usaha juga terkoreksi signifikan (turun ~38%).
Beban Utang Tinggi:
1. Rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) masih sangat tinggi, berada di kisaran 264,5%. Ini membuat laba perusahaan tergerus untuk membayar beban bunga.
Prospek 2026:
1. Manajemen ADHI menargetkan kontrak baru sebesar Rp23,8 triliun di tahun 2026, naik sekitar 31% dibandingkan realisasi 2025 (Rp18,1 triliun).
2. Proyek IKN (Ibu Kota Nusantara) masih menjadi salah satu penopang, termasuk proyek pembangunan gedung DPD RI.
3. Adanya tren penurunan suku bunga BI sepanjang 2025 diharapkan mulai meringankan beban bunga utang ADHI di tahun 2026.
Analisis Sentimen & Isu Pasar
1. Merger BUMN Karya: Isu penggabungan (merger) BUMN Karya masih menjadi faktor ketidakpastian (wait and see). Pasar menunggu kejelasan skema ini sebelum masuk secara agresif.
2. Arus Kas Operasional: Isu utama sektor konstruksi adalah cash flow. Ketergantungan pada pembayaran proyek pemerintah (yang seringkali turnkey atau dibayar di akhir) membuat likuiditas menjadi ketat.
Rekomendasi Strategi (Januari 2026)
Jika Anda berniat membeli saham ADHI saat ini, sesuaikan dengan profil risiko Anda:
1. Untuk Trader / Jangka Pendek (Aggressive)
Rekomendasi: Buy on Weakness (Beli di Harga Bawah)
Area Beli (Support): Rp260 - Rp270
Target Jual (Resistance): Rp286 - Rp300
Stop Loss: Jika harga turun di bawah Rp250.
Alasan: Memanfaatkan potensi rebound teknikal dari sentimen target kontrak baru 2026.
2. Untuk Investor / Jangka Panjang (Conservative)
Rekomendasi: Wait and See (Tunggu Dulu)
Alasan: Fundamental belum pulih sepenuhnya. Sebaiknya tunggu hingga rilis laporan keuangan Full Year 2025 atau Kuartal I 2026 untuk melihat apakah perbaikan laba dan arus kas benar-benar terjadi.
Risiko likuiditas dan utang masih terlalu tinggi untuk investasi jangka panjang yang aman.
Disclaimer: Analisis ini adalah informasi berdasarkan data pasar terkini dan bukan ajakan paksaan untuk membeli atau menjual. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan Anda. Pastikan untuk melakukan riset mandiri (Do Your Own Research).
$ADHI
$ADHI
analisis mendalam mengenai performa finansial dan operasional PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dari tahun 2023 hingga proyeksi 2026. Data menunjukkan bahwa perusahaan berhasil melampaui target kontrak baru pada 2025 sebesar Rp18,1 triliun, meskipun laba bersih mengalami penurunan signifikan akibat beban bunga yang tinggi. Fokus utama perusahaan saat ini mencakup berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mengusung konsep ramah lingkungan. Menghadapi tahun 2026, ADHI menetapkan target kontrak baru yang realistis antara Rp20 triliun hingga Rp23 triliun dengan mengandalkan sektor konstruksi dan rekayasa. Analis menyarankan strategi investasi yang hati-hati mengingat tingginya rasio utang perusahaan, namun tetap optimis terhadap potensi pemulihan seiring penurunan suku bunga. Secara keseluruhan, informasi ini menggambarkan upaya restrukturisasi dan adaptasi ADHI di tengah dinamika anggaran pemerintah serta persaingan pasar konstruksi nasional.
https://cutt.ly/ztz45hk7
RANDOM TAG $AUTO $HEXA
➖ Presiden Prabowo bicara di World Economic Forum 2026 Davos, Swiss
https://cutt.ly/WtzTP9ll
$ADHI $ANTM $PTBA
my opini and my analisis
ini saham yg tenang
tapi bukan berati tidak bisa liar
saham ini cocok untuk investasi tabungan tidak seperti investasi teh celup yg datang profit lalu keluar
$ADHI $KAQI $WIKA
KABARBURSA.COM - Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada ujung sesi I perdagangan Rabu, 21 Januari 2026, sangat tertekan. Indeks turun 113 poin atau setara -1,24 persen dan saat ini berada di level 9.021. Hal serupa terjadi pada bursa Asia yang memerah, terseret permintaan tinggi aset safe...

www.kabarbursa.com

$ADHI wess ,sekarep mu ae .. tetep tak hold.mau naik alhamdulillah,mau naik turun dulu ya gamasalah .. 😎
⏳ Menangkap Sinyal Insider Sebelum Harga Melambung
Berapa kali Anda menyesal karena terlambat masuk ke sebuah saham yang akhirnya memberikan imbal hasil fantastis? Keterlambatan ini sering terjadi karena kita hanya mengandalkan pergerakan harga yang sudah terjadi. Padahal, para "penggerak pasar" yang memiliki dana tak terbatas selalu meninggalkan bukti tak terbantahkan: Volume Transaksi. Volume bukan sekadar angka; ia adalah sidik jari dari uang yang sedang bekerja. Konsep ini adalah tulang punggung dari filosofi yang dibawa oleh Trigger Smart Money.
Trigger Smart Money adalah perangkat analisis yang secara fundamental mengubah cara trader ritel melihat pasar saham Indonesia. Ia berfungsi sebagai radar canggih yang memindai seluruh aktivitas trading di BEI, dirancang untuk mengidentifikasi jejak kaki Smart Money — dana institusional atau investor kelas kakap yang mampu memicu pergerakan harga besar. Kami percaya bahwa setiap pergerakan signifikan didahului oleh fase akumulasi terselubung. Tugas alat ini adalah menyingkap fase tersebut.
Keunggulan pertama dan terpenting adalah kemampuan deteksi Volume di Luar Batas Normal. Tidak seperti alat analisis volume tradisional yang hanya menghitung rata-rata harian, Trigger Smart Money mampu mendeteksi lonjakan volume mendadak yang melebihi ambang batas intraday historis, misalnya, lima kali lipat dari volume normal. Lonjakan tajam ini merupakan indikasi kuat adanya "pemain penting" yang sedang mengakumulasi atau mendistribusikan aset. Keunggulan kedua terletak pada Analisis Arus Dana (Money Flow). Volume tinggi bisa berarti pembelian gencar atau penjualan panik. Perangkat ini tidak berhenti di volume; ia menganalisis secara mendalam apakah volume yang tinggi tersebut didominasi oleh tekanan beli (akumulasi) atau tekanan jual (distribusi). Ini mengurangi false signal secara drastis, memastikan bahwa ketika Anda mendapat peringatan, itu adalah sinyal akumulasi yang kuat dan valid. Semua data ini diolah real-time, berdasarkan data Trade Done yang sebenarnya, memberikan Anda kecepatan dan akurasi yang tak tertandingi dalam mengambil keputusan trading.
$ADHI $PTBA $WTON
1/2


KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan pada sesi pertama perdagangan Selasa, 20 Januari, ditutup perkasa. IHSG menguat 21 poin atau 0,24 persen ke level 9.155, dengan likuiditas yang tetap tebal. Volume transaksi mencapai 466,1 juta lot, menghasilkan nilai perdagangan Rp16,07 triliun.
Kenaikan...

www.kabarbursa.com

$ADCP
$PTPP
$ADHI
https://cutt.ly/ztl3iN3y
Puzle semakin jelas, guyss silahkan
$IHSG saatnya danantara tarik semua saham BUMN yg harga nya ga rasional dengan asetnya .. monggo ..$PTPP $ADHI