274

+6

(2.24%)

Today

23.81 M

Volume

34.35 M

Avg volume

Company Background

ADHI awalnya didirikan pada tahun 1960 sebagai perusahaan pemborong milik Pemerintah Kolonial Belanda dengan nama Architecten-Ingenieurs en Aannemersbedrijf, yang kemudian dinasionalisasi melalui Peraturan Pemerintah No. 2/1960 dan dilebur pada tahun 1961 menjadi P.N. “ADHI KARYA” dengan pengalihan seluruh hak, kewajiban, perlengkapan, kekayaan, dan usahanya. Selanjutnya, pada tahun 1971, PN ADHI KARYA diubah menjadi perusahaan perseroan (Persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 41/1971. Kemudian ADHI menjadi perusahaan konstruksi pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 18 Maret 2004, yang melatarbelakang... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADHI mau nnya dong ini ngasih dividen tiap bulan ga ya

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

catatan pribadi (bukan rekomendasi)

$MNCN
TP1: 310
TP2: 320

$ADHI
TP1: 289
TP2: 300
TP3: 317

$HRUM
TP1: 1290
TP2: 1347
TP3: 1432

DYOR

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADHI BESOK TERBANG LANGSUNG HAKA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

OPEN LOW
RABU 14 JAN 26

$WTON
$ADHI
$SMIL

dyor
analisa ulang
bukan ajakan beli

screener dm

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADHI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADHI see

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADHI $ARCI $KLBF

I am going

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

"Ilusi Pergerakan Harga: Jangan Tertipu Tampilan Luar"
Seringkali di pasar saham Indonesia, kita melihat sebuah saham naik dengan persentase yang sangat menggiurkan, misalnya 5% hingga 10% dalam waktu singkat. Secara visual, grafik terlihat sangat bullish dan menarik perhatian siapa pun yang melihatnya. Namun, tanpa melihat apa yang terjadi di balik layar, kenaikan itu bisa jadi hanyalah sebuah ilusi yang diciptakan untuk menjebak ritel. Banyak trader yang langsung terjun membeli karena takut tertinggal, tanpa menyadari bahwa volume yang tercipta sebenarnya didominasi oleh Bad Money atau dana yang hanya numpang lewat untuk melakukan distribusi di harga atas.

Di sinilah pentingnya menggunakan alat deteksi yang mampu membedah arus dana secara mendalam. Trigger Smart Money tidak akan membiarkan Anda tertipu oleh tampilan harga semata. Ia akan memverifikasi apakah kenaikan harga tersebut didukung oleh Clean Money yang kuat atau tidak. Jika harga naik tinggi tetapi selisih dana masuknya negatif, itu adalah alarm bahaya bahwa pemain besar sebenarnya sedang keluar sambil memancing ritel untuk masuk. Dengan mengetahui informasi ini, Anda bisa menahan diri dari godaan FOMO dan menunggu momentum yang benar-benar divalidasi oleh akumulasi nyata.

Menguasai kemampuan untuk membedakan antara pergerakan harga yang asli dan yang palsu adalah kunci keberlanjutan di dunia trading. Fokuslah pada kualitas transaksi, bukan hanya pada warna hijau di layar Anda. Ketika Anda mendeteksi lonjakan volume 5x lipat yang dibarengi dengan dana masuk bersih yang masif, barulah Anda bisa memiliki keyakinan penuh bahwa kenaikan tersebut memiliki "fondasi" yang kokoh. Trading dengan data aliran dana memberikan Anda kacamata tembus pandang untuk melihat niat asli para pelaku pasar besar di balik setiap fluktuasi harga yang terjadi.
$AYLS $ADHI $CENT

Read more...

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Gas poll $ADHI $GRIA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

dukung apa garap bang $ADHI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADHI bisa sih ini

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADHI masih hold yahh,,, serok klo terjun

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADHI Optimis aja

✅ ADHI sempat mencatat laba bersih tumbuh di 2024 sebesar Rp 252 miliar (naik ~18% yoy) meskipun pendapatan turun karena perubahan struktur proyek joint operation.

👉 Tantangan utama :
A. Proyek infrastruktur bukan prioritas utama pemerintah di 2026, sehingga potensi tender proyek besar berkurang. 
B. DER (Debt to Equity Ratio) ADHI tinggi (~264,5%), berarti beban utang masih berat. 
C. Ada ketidakpastian proyek besar seperti monorel Jakarta yang belum tuntas, bisa menambah risiko keuangan.

Catatan
tekanan kontrak proyek ADHI di 2025–2026 bukan semata karena RAPBN/RAPBD belum disahkan, tetapi lebih karena prioritas anggaran pemerintah bergeser & penyerapan proyek berjalan lebih lambat daripada periode sebelumnya. Jadi yaa santai aja dan tetap optimis

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADHI jangan naik dulu yah sampe bulan 5 , mau akum dikit” 😘

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADHI bulan depan fix

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Halo para investor cerdas! Kembali lagi bersama saya, SentimenX, yang akan membedah pergerakan pasar modal hari ini secara tajam dan terpercaya.

​Hari ini, 12 Januari 2026, perhatian pasar tertuju pada salah satu raksasa konstruksi pelat merah, PT PP Persero Tbk ($PTPP). Mari kita bedah aksi korporasi yang sedang mereka siapkan.

​Update Berita Aktual: PTPP Lepas Saham Tresuri
​Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Direktur Keuangan PTPP, Agus Purbianto, pada Senin, 12 Januari 2026, perseroan berencana untuk menjual kembali 14.555.900 lembar saham hasil pembelian kembali (tresuri) di Bursa Efek Indonesia.

​Berikut detail penting yang perlu Anda catat:

​Jumlah Saham: 14.555.900 lembar atau setara sekitar 0,2% dari total saham perseroan.
​Periode Penjualan: Berlangsung selama 6 bulan, mulai 26 Januari hingga 26 Juli 2026.

​Pelaksana: Perseroan telah menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas sebagai perantara perdagangan.

​Efek Sektor dan Emiten Terkait

​Langkah PTPP ini memberikan sentimen yang bervariasi bagi sektor konstruksi (BUMN Karya).
​Likuiditas: Penjualan saham tresuri meningkatkan jumlah saham beredar di masyarakat (free float), yang secara teori meningkatkan likuiditas perdagangan saham PTPP.

​Sentimen Sektor: Emiten lain seperti ADHI (Adhi Karya) dan WIKA (Wijaya Karya) mungkin akan ikut terdampak secara psikologis. Pasar akan melihat apakah aksi ini murni untuk memperkuat modal kerja atau bagian dari penataan portofolio yang lebih luas.

​Analisis SentimenX

​Secara volume, jumlah 14,5 juta lembar ini tergolong kecil (hanya 0,2%) sehingga tekanan jual yang dihasilkan kemungkinan besar tidak akan membuat harga saham "longsor" secara ekstrem. Namun, secara psikologis, pasar sering kali merespons negatif rencana penjualan saham oleh emiten karena dianggap sebagai tambahan pasokan (supply) di pasar reguler.

​Rangkuman Strategi Investasi

​Berdasarkan analisis data teknikal dan berita di atas, berikut panduannya:

​1. Untuk Scalping (Trading Harian):
Sentimen ini cenderung Netral ke Negatif Tipis untuk jangka pendek karena adanya potensi tekanan jual dari aksi pengalihan saham tersebut.

​Support: Rp 404 - Rp 408 (Area krusial untuk melihat apakah harga tertahan).

​Resistance: Rp 422 - Rp 430 (Target penguatan jika terjadi pantulan teknikal).

​2. Untuk Swing / Hold (Jangka Menengah-Panjang):
Kabar ini bisa menjadi peluang jika dipadukan dengan katalis positif lain seperti rencana divestasi aset senilai Rp1,69 triliun (PP Infrastruktur dan CRI) yang ditargetkan rampung pada Kuartal I-2026.

​Target Harga Jangka Panjang: Jika PTPP berhasil menjaga kinerja keuangan dan kontrak baru, target moderat berada di kisaran Rp 480 - Rp 500 (menguji level tertinggi 52 minggu).

​3. Kesimpulan Naratif:
PTPP sedang "cuci gudang" kecil dengan menjual kembali saham yang dulu mereka beli. Dampaknya tidak akan merusak tren besar, tapi mungkin akan membuat harga sedikit tertahan dalam beberapa minggu ke depan saat proses penjualan dimulai pada akhir Januari nanti.

​Demikian laporan dari saya, SentimenX. Tetap waspada dan perhatikan volume transaksi di pasar.

​still use ur DYOR

$ADHI $WIKA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADHI apakah ada sentimen penggerak yang bisa meyakinkan aseng untuk accum?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADHI asingnya udh klimaks disaham ini apakah akan tiba waktunya untuk crotttt!!

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADHI

https://cutt.ly/QtjMQqNH


Danantara juga tengah mengonsolidasi tujuh BUMN Karya menjadi entitas yang lebih ramping. Langkah ini bertujuan agar sektor konstruksi kembali kompetitif di pasar modal melalui skema asset recycling.

Apa itu skema asset recycling

Asset recycling adalah sebuah strategi pengelolaan modal di mana pemerintah atau perusahaan (dalam hal ini BUMN) menjual atau menyewakan aset infrastruktur yang sudah matang dan beroperasi (brownfield) kepada pihak swasta atau investor, lalu menggunakan dana yang didapat untuk membangun infrastruktur baru (greenfield).

$PTPP telah jual PP Infra, PT CSI, Park Hotel

Adhi jual $ADCP atau ADCP jual Grandhika ? silahkan dijawab

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADHI $BIPI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADHI jam 16.00 siap2 🚀

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADHI penjaganya hebat. Tapi ga diizinin take off kenapa ndarrr....

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

saya siap di bawa terbang ke bulan tampa alat bantuan .. come on $ADHI 😎 🚀

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADHI waaw wwaaaaw waaaawww wkwkwkw , $ADHI terbaik

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADHI dibawa kemana bg?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Siap om. $BIPI dah siap, ada isu akuisisi konglo juga. Semoga bisa konsorsium sama $ADHI $PTPP

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KRAS $ADHI $PTPP


Sejumlah saham BUMN dialihkan dari Danantara Asset Management kepada BP BUMN sebagai bagian dari konsolidasi perusahaan pelat merah sesuai amanat UU Nomor 16 Tahun 2025.

Langkah ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan kepemilikan minimal 1% saham negara di BUMN.

Setidaknya 12 emiten telah dialihkan, termasuk WSKT, WIKA, ADHI, PTPP, JSMR, GIAA, KRAS, BMRI, BBRI, BBNI, TLKM, dan SMGR.

Read more...

$PWON Hhahahah...
Gimana masih percaya sama anak Purbaya?
🤣.

Sini masuk $ADHI asing lagi akum dari 23 des 2025, Entry bertahap : 250 -260 -266

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADHI bk masih di atas tenang kawan

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy