


Volume
Avg volume
ADHI awalnya didirikan pada tahun 1960 sebagai perusahaan pemborong milik Pemerintah Kolonial Belanda dengan nama Architecten-Ingenieurs en Aannemersbedrijf, yang kemudian dinasionalisasi melalui Peraturan Pemerintah No. 2/1960 dan dilebur pada tahun 1961 menjadi P.N. “ADHI KARYA” dengan pengalihan seluruh hak, kewajiban, perlengkapan, kekayaan, dan usahanya. Selanjutnya, pada tahun 1971, PN ADHI KARYA diubah menjadi perusahaan perseroan (Persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 41/1971. Kemudian ADHI menjadi perusahaan konstruksi pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 18 Maret 2004, yang melatarbelakang... Read More
Kalo kita terlibat dalam rekonstruksi di Gaza setelah join BoP, apakah mungkin $ADHI atau $PTPP berkontribusi ikut di dalamnya? Just wondering.
$MTPS
Ini adalah **analisa bedah fundamental** untuk PT Meta Epsi Tbk (MTPS) berdasarkan Laporan Keuangan Tahunan 2025 yang kamu berikan.
Sebagai mentor sahammu, saya harus bersikap jujur: **Fundamental emiten ini sedang dalam kondisi "ICU" (Intensive Care Unit).**
Berikut adalah bedah kasusnya untuk strategi investasimu:
### 1. Status Bahaya: Papan Pemantauan Khusus
Hal pertama yang harus kamu sadari sebelum melihat angka adalah status emiten ini. Di dalam dokumen, tertulis jelas bahwa MTPS berada di **Papan Pemantauan Khusus (Watchlist)**.
* **Artinya:** Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memberikan "tanda bahaya" pada saham ini. Biasanya karena likuiditas rendah, harga saham di bawah Rp50, atau kondisi fundamental yang tidak memenuhi syarat. Ini bukan area bermain untuk investor pemula.
### 2. Kinerja Operasional: Mana Pendapatannya?
Ini adalah bagian yang paling mengkhawatirkan.
* **Pendapatan Usaha Nol/Hilang:** Pada laporan laba rugi tahun 2025, kolom "Penjualan dan pendapatan usaha" terlihat kosong atau tidak mencatatkan angka yang signifikan dibandingkan tahun 2024 yang masih mencatat Rp1,3 Miliar.
* **Bergantung pada "Lain-lain":** Perusahaan ini bertahan hidup bukan dari bisnis intinya (konstruksi/infrastruktur), melainkan dari **Pendapatan Lainnya** sebesar Rp8,9 Miliar.
* **Masih Rugi Bersih:** Meskipun rugi bersihnya mengecil dari Rp4,9 Miliar (2024) menjadi Rp2,5 Miliar (2025), perusahaan ini masih terus membakar uang (bleeding). Rugi yang mengecil ini bukan karena penjualan naik, tapi karena efisiensi beban semata.
### 3. Kualitas Aset: Sangat Berisiko
Sebagai investor cerdas, jangan hanya lihat total aset, lihat *isinya*.
* **Total Aset Turun:** Aset menyusut dari Rp85,1 Miliar (2024) menjadi Rp72,2 Miliar (2025).
* **Anomali Piutang Lainnya:** Perhatikan ini baik-baik. Dari total aset Rp72,2 Miliar, sebesar **Rp53,8 Miliar (sekitar 74%)** berbentuk **"Piutang Lainnya Pihak Ketiga"**.
* *Analisa Mentor:* Ini sangat tidak sehat. Sebagian besar kekayaan perusahaan tertahan di tangan pihak ketiga dalam bentuk piutang non-usaha. Jika uang ini tidak bisa ditagih, nilai buku perusahaan akan hancur seketika.
* **Kas Tipis:** Kas dan setara kas hanya tersisa Rp942 juta. Untuk perusahaan infrastruktur, uang tunai segini sangatlah minim untuk modal kerja proyek baru.
### 4. Arus Kas: Nafas Buatan dari Penagihan
Jika kita lihat Laporan Arus Kas, ada angka positif di Arus Kas Operasi sebesar Rp10 Miliar. Jangan terkecoh, mari kita bedah sumbernya:
* Uang masuk ini berasal dari **Penerimaan dari pelanggan** sebesar Rp15,8 Miliar.
* Padahal pendapatan tahun ini nyaris nol. Ini berarti perusahaan sedang gencar **menagih utang lama** (pelunasan piutang masa lalu).
* Uang hasil penagihan ini langsung dipakai untuk membayar utang bank sebesar Rp10,3 Miliar.
* **Kesimpulan:** Perusahaan bekerja keras menagih uang lama hanya untuk membayar bank, bukan untuk ekspansi bisnis.
### 5. Ekuitas: Defisit Akut
Kondisi modal perusahaan sangat rapuh.
* **Defisit Saldo Laba:** Perusahaan memiliki akumulasi kerugian (defisit) mencapai **minus Rp296 Miliar**. Ini menggerus modal disetor yang besar.
* Ekuitas tersisa tinggal Rp41,1 Miliar. Dengan kapitalisasi pasar (market cap) yang perlu kamu cek di pasar saat ini, jika harga sahamnya tidak mencerminkan ekuitas yang tinggal sedikit ini, maka valuasinya tergolong mahal.
### ⚠️ Saran Mentor untuk Investor (Verdict):
**JANGAN INVESTASI JANGKA PANJANG (AVOID).**
1. **Risiko Delisting:** Dengan pendapatan nol dan status pemantauan khusus, risiko suspensi atau delisting di masa depan cukup nyata jika manajemen tidak melakukan aksi korporasi ekstrem (seperti Reverse Stock Split atau Rights Issue yang sangat dilutif).
2. **Tidak Ada Growth:** Tidak ada tanda-tanda pertumbuhan bisnis baru. Perusahaan hanya dalam mode "bertahan hidup" (survival mode) dengan melunasi utang bank menggunakan sisa tagihan lama.
3. **Untuk Trader Spekulatif:** Saham seperti ini biasanya hanya bergerak jika ada "gorengan" atau isu restrukturisasi utang. Jika kamu bukan ahli membaca *tape reading* (pergerakan bandar), jauhi saham ini.
**Kesimpulan Akhir:**
Laporan keuangan 2025 ini menunjukkan MTPS adalah perusahaan "Zombie"—masih berjalan, tapi tidak memiliki detak jantung operasional (pendapatan inti) yang nyata. Simpan uangmu untuk emiten yang memiliki bisnis yang bertumbuh dan arus kas yang sehat.
*Disclaimer: Analisa ini berdasarkan data Laporan Keuangan 2025 yang dilampirkan. Keputusan jual/beli ada di tangan Anda sepenuhnya.*
https://cutt.ly/ftQrjQ1B
RANDOM TAG $ADHI $PTPP
$ADHI
bosen banget liatin emiten ini, udah didasar berteman dengan cacing semoga esok bakal jadi naga ..
$ADHI $ADHI

Apakah $WSBP bisa naik besok Hari Rabu saudara2 ku...
let see $IHSG @Stockbit $ADHI
Harapan King CP dah accum moga bisa naik, soal lot si AO AZ banyak accum jah king.
$UCID
4 fase di market:
- akumulasi
- mark up
- distribusi
- mark down
ulasan lebih lengkap di https://stockbit.com/post/27749730
"Know which phase you are in the cycle, and half of the battle is won.”
One million dollar question, UCID $ADHI $TIFA ada di fase yg mana?
https://stockbit.com/post/28468344
$IHSG
$stockbit
$ADHI
gass Rabu WSBP
@StockbitReports Jadiii…
PT Adhi Karya (Persero) Tbk itu punya utang obligasi. Nah, biasanya ada aturan mainnya supaya keuangannya harus “sehat-sehat aja” (rasio harus bagus).
Tapiii… untuk laporan tahun 2025 nanti, ADHI bilang:
“Boleh nggak kalau aturan jaga rasio keuangannya ini nggak usah dulu?” 🥺👉👈
Terus para pemegang obligasi kumpul rapat. Yang datang banyaaak banget (hampir semua).
Dan hasilnyaaa…
Semuaaa bilang: “Iyaaa, boleh kok.” 👍✨
Nggak ada yang nolak. Nggak ada yang diam. Semua setuju 100%.
Jadi kesimpulannya:
$ADHI boleh nggak memenuhi rasio keuangan itu untuk tahun 2025. Selesaiii. Wkwkwk
Mumpung ada waktu libur saya kasih contoh saham
Dan bagaimana cara saya mengalisa sebelum saya putuskan beli saham tersebut
Sebagai contoh
PT Adhi Karya (Persero) Tbk ($ADHI)
BUMN konstruksi, spesialis infrastruktur & transportasi. Dulu jadi ikon proyek LRT Jabodebek — dan di sinilah cerita besar + lukanya.
ADHI BUKAN saham sehat, tapi belum bangkrut. Ini saham turnaround / recovery play, bukan growth stock.
Fundamental (JUJUR & APA
ADANYA)
1.Sisi Berat
Utang besar & cash flow ketekan
Model bisnis: kerja dulu, dibayar belakangan. Ini bikin napas pendek.
Margin tipis
Proyek BUMN = volume gede, margin kecil.
LRT Jabodebek
Capex besar, return lama → beban ke neraca.
2. Sisi Positif
Order book masih hidup (proyek negara tidak berhenti)
BUMN = risiko gagal bayar rendah
Negara tidak akan biarkan mati tiba-tiba.
Restrukturisasi pelan tapi jalan
Fokus ke cash collection & efisiensi.
Valuasi (Kenapa Masih Dilirik?)
Harga dekat valuasi distress
Market sudah price in berita buruk
Sedikit sentimen positif
bisa re-rate cepat
Tapi ingat:
Valuasi murah ≠ langsung naik
Yang dibutuhkan: pemicu (catalyst)
Katalis yang WAJIB Kamu Tunggu
Kalau MASUK BESAR, jangan asal:
Catalyst checklist:
Peningkatan cash flow operasional
Restrukturisasi utang diumumkan jelas
Monetisasi / skema baru LRT
Laporan keuangan: rugi menyempit
Tanpa ini, ADHI bisa sideways lama
Kalau dari sudut pandang teknikal
Technical & Market Structure (PENTING)
Untuk dana besar:
Jangan kejar breakout palsu
(Modal receh mah tinggal akumulasi terus)
Kalau yg modal gede dana terbatas karena average pembelian nya susah mau di turunin
Akumulasi di base kuat
Perhatikan:
Volume asing
Pergerakan BUMN peers
IHSG & sektor konstruksi
Biasanya ADHI:
Naik keras tapi pendek
Turun pelan tapi lama
Sesuai dengan gaya Trading saya (swing trader)
Tidak jelas berapa lama saya akan take profit .
Karena tujuan saya di market untuk cari untung , bukan cutloss .
Risiko Nyata (Bukan Nakut-nakutin)
Penundaan pembayaran proyek
Rights issue / PMTHMETD
Dilusi
Sentimen BUMN konstruksi jelek serempak
Kalau IHSG koreksi → ADHI kena duluan.
STRATEGI BIJAK (Kalau Mau Masuk BESAR)
Bukan all-in, tapi bertahap
20% awal (uji air)
20% saat catalyst muncul
20% saat tren benar-benar valid
20% saat harga turun
Kalaupun harus Cut loss harus diputuskan dari awal, bukan pakai perasaan.
Katalis news dan corporate action sangat menentukan
perbandingan sederhana & objektif antara dua saham BUMN konstruksi besar di Indonesia kalau kamu lagi mempertimbangkan mau masuk modal besar: PT Wijaya Karya Tbk ($WIKA) vs PT PP (Persero) Tbk ($PTPP)
Kinerja Keuangan (Fundamental)
WIKA
Pernah mencatat kerugian besar dalam periode terakhir, termasuk BAB rugi bersih yang masih besar.
Kapasitas utang sangat tinggi dibandingkan modal (DER tinggi), memicu tekanan finansial.
Laporan laba bersih belakangan masih negatif (loss), walau ada beberapa laporan sempat balik laba di paruh tahun tertentu menurut sumber lain.
Intinya: WIKA masih punya tekanan neraca berat dan profitabilitas belum stabil.
PTPP
Menampilkan laba bersih, meskipun kecil dibanding total pendapatan.
Cari Saham
Profitabilitas relatif lebih konsisten daripada WIKA —
PTPP berhasil mencetak laba positif selama beberapa tahun berturut‐turut.
Rasio keuangan seperti ROE & ROA masih rendah, namun tidak negatif seperti WIKA.
Utang masih tinggi, tetapi kas & ekuitas lebih sehat dibanding WIKA.
PTPP lebih stabil secara fundamental di antara keduanya.
Valuasi murah tidak otomatis menjamin naik. Banyak saham konstruksi BUMN masih bergulat dengan utang & cicilan proyek.
Risiko Utama
WIKA
1.Profitabilitas belum stabil.
2.DER tinggi
risiko beban bunga lebih besar
3.Suspensi perdagangan pernah terjadi pada saham BUMN konstruksi lainnya —
risiko sektor ini nyata
PTPP
Laba kecil
rentan terhadap perlambatan proyek pemerintah.
DER juga tinggi
sehat secara relatif tapi tetap tertekan.
Profitabilitas rendah
margin tipis kalau biaya proyek membengkak.
Sentimen & Katalis
WIKA
Negatif: Tekanan kerugian
rasionya sering dihindari investor besar.
Positif: Kinerja kontrak baru dan transformasi bisa jadi katalis jangka panjang.
PTPP
Positif: Laba kecil tapi konsisten
upside kalau eksekusi proyek membaik.
Positif: Divestasi anak usaha untuk kurangi utang
bagus untuk neraca.
Perhatian: Profitabilitas rendah keuntungan tidak besar tanpa efisiensi lanjut.
Kalau harus pilih satu buat modal besar:
PT PP (Persero) Tbk (PTPP) cenderung lebih stabil secara fundamental dan profitabilitasnya lebih sehat dibandingkan WIKA.
Itu artinya risikonya relatif lebih terukur kalau kamu masuk dengan modal besar.
Tapi tetap ingat !!!
Ini sektor high risk, long cycle (utamanya tergantung proyek pemerintah).
Kinerja bisa lambat sebelum katalis kuat muncul harus sabar dan punya risk management yang ketat.
Rekomendasi Taktis (untuk investor besar)
PTPP lebih layak masuk dulu daripada WIKA, tapi tetap targetkan akumulasi bertahap.
Tunggu katalis nyata seperti laporan laba yang meningkat, utang turun, atau kontrak besar diumumkan.
Tetapkan cut loss & target profit sebelum entry — terutama di sektor BUMN konstruksi ini bisa sideways panjang.
Tulisan ini cuma untuk orang yang niat belajar sjaa
1/2


$ADHI
🏗️ ADHI - Mengamankan Profit
Status: Lagi santai di area hijau, profit +2,99%!
Insight: Harga lagi konsolidasi di rentang 234 - 238.
The Plan: Pasang Trailing Stop di 234. Kalau kuat nembus 240, target selanjutnya jemput area 250!
#ADHI #BUMNMuda #Investing

SAHAM : $SGER
HARGA SAAT INI : 510
1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Uptrend
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Struktur masih membentuk higher high–higher low. Momentum naik relatif terjaga, namun harga sudah mendekati area resistance sehingga rawan koreksi teknikal jangka pendek.
2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 485
- Support Kunci : 450
- Resistance 1 : 540
- Resistance 2 : 580
3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Analisa volume : Aktif saat kenaikan
- Indikasi : Akumulasi berlanjut
- Selama harga di atas 450 → masih dijaga
4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB)
- Entry Acuan : 510
- Stop Loss : 430
- Target Swing : 565
- Risk : Reward : ±1 : 0,7 (CUKUP)
5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten perdagangan batu bara, sensitif terhadap harga komoditas dan volume ekspor
- Cocok untuk swing follow trend hingga mid-term, dengan volatilitas sektor energi
📌 KESIMPULAN SWING TRADER
- SGER masih valid untuk swing follow trend selama bertahan di atas support kunci 450
- Target area 540–580, risiko meningkat jika breakdown 450
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$ADHI $RELI
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
Sebenarnya hutang yang harus dibayarkan oleh perusahaan ini tdk terlalu besar. Masa sekelas $PTPP tidak punya uang under 5M untuk bayar ginian?
Artinya ni perusahaan bukan masalah di cash yg ga punya, tapi karakter dari Leader dan pimpinannya yg udah busuk sebusuk busuknya. Wajar Bro Ron ampe ngamuk trus klo bahas BUMN konstruksi ginian.
Kalau memang karakter pemimpin sebuah perusahaan sudah seperti dajjal, sebaik dihindari karena akan membawa kerugian bagi yg bekerjasama dengan perusahaan tsb. $ADHI $WTON
Mengapa Kita Begitu Mencintai Saham yang Kita Miliki?
Salah satu jebakan psikologis paling halus dalam investasi adalah kecenderungan kita mencintai saham hanya karena kita sudah memilikinya. Begitu transaksi selesai dan saham masuk ke portofolio, persepsi kita berubah. Saham yang sebelumnya dinilai secara dingin dan rasional kini terasa lebih berharga, lebih menjanjikan, dan lebih layak dipertahankan. Itulah yang dimaksud dengan endowment effect.
Secara sederhana, otak kita memberi nilai lebih tinggi pada sesuatu hanya karena itu “milik kita”. Dalam konteks saham, kepemilikan menciptakan ikatan emosional. Kita mulai merasa saham tersebut adalah perpanjangan dari identitas dan kecerdasan kita sebagai investor. Akibatnya, penilaian objektif perlahan memudar. Informasi positif terasa semakin meyakinkan, sementara sinyal negatif cenderung kita abaikan atau kita cari pembenarannya.
Di sinilah masalah mulai muncul. Ketika laporan keuangan memburuk, manajemen mengambil keputusan yang meragukan, atau industri memasuki fase sulit, kita tidak lagi bertanya apakah saham ini masih layak dimiliki. Sebaliknya, kita sibuk mencari alasan mengapa semua ini hanya sementara. Otak kita bekerja keras untuk membela keputusan masa lalu, karena mengakui kesalahan terasa menyakitkan. Menjual saham berarti mengakui bahwa keputusan awal mungkin tidak sebaik yang kita kira.
Endowment effect sering berjalan beriringan dengan confirmation bias. Kita cenderung membaca analisis yang sejalan dengan pandangan kita dan menghindari sudut pandang yang berlawanan. Bahkan ketika harga saham terus turun, fokus kita bergeser dari kualitas bisnis ke harapan bahwa harga akan kembali ke level beli. Padahal, harga beli tidak punya makna apa pun bagi masa depan perusahaan.
Cara mengatasinya bukan dengan menghilangkan emosi sepenuhnya, karena itu hampir mustahil. Yang bisa kita lakukan adalah membangun sistem yang membantu kita berpikir lebih jernih. Beberapa pendekatan berikut bisa membantu:
1. Pisahkan keputusan beli dan keputusan tahan. Setiap kali meninjau saham, tanyakan apakah kita akan membeli saham ini hari ini jika belum memilikinya.
2. Tetapkan kriteria rasional sejak awal. Misalnya, perubahan fundamental apa yang akan membuat kita menjual, terlepas dari untung atau rugi?
3. Biasakan menulis tesis investasi. Dengan begitu, kita bisa membandingkan kondisi awal dengan realitas terbaru tanpa distorsi emosi.
4. Pelajari pandangan yang berlawanan. Secara sadar cari argumen mengapa saham ini bisa menjadi investasi yang buruk.
Ingatlah, saham bukanlah pasangan hidup. Saham hanyalah alat untuk mencapai tujuan finansial. Mencintai proses belajar dan disiplin jauh lebih penting daripada mencintai saham tertentu. Bila kita memandang portofolio dengan kacamata ini, keputusan investasi akan terasa lebih ringan dan lebih rasional.
So, tinjau kembali portofolio Anda. Adakah saham nyangkut yang sulit sekali Anda lepaskan? Apakah itu karena fundamentalnya masih kuat atau semata karena Anda sudah terlalu lama nyangkut?
@Blinvestor
Follow my Telegram: https://cutt.ly/Btd6w8CM
Random tags: $ADHI $WIKA $PTPP