56

0.00

(0.00%)

Today

6.03 M

Volume

48.51 M

Avg volume

Company Background

PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP), pengembang properti berbasis transportasi massal pertama dan terbesar di Indonesia, menghadirkan hunian dengan keunggulan aksesbilitas yang mempermudah masyarakat menjalani aktivitas harian serta berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan perkotaan. ADCP merupakan salah satu anak usaha perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Adhi Karya (Persero), Tbk. yang bergerak dibidang Property, Hospitality & Support. Dimulai dari divisi Transit Oriented Development (TOD) Adhi Karya di tahun 2015 dan berkembang menjadi entitas terpisah pada tahun 2018. PT Adhi Commuter Properti didirikan... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP bisa lah

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DEWI dan $ADCP ini saham yang cocok buat pengguna yang lihat apk.a sebulan sekali 😂😂😂
bikin ngantuk kalo di pantau

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BSDE Menguasai PSN dan KEK

BSDE adalah salah satu saham properti yang dapat keistimewaan sebagai KEK dan PSN. Sangat jarang ada perusahaan properti yang bisa dapat dua keistimewaan seperti ini. Biasanya perusahaan properti itu cuma dapat status KEK saja, atau PSN saja, atau malah tidak dapat keduanya. Ini BSDE malah borong keduanya sekaligus. Ini menunjukkan betapa istimewanya BSDE. Cuma sayangnya harga saham ndak naik-naik. External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Kalau dilihat dari struktur aset strategis, posisi BSDE memang tidak biasa. Perusahaan ini bukan sekadar pengembang kota mandiri, tapi juga mengelola dua instrumen kebijakan negara sekaligus. Di satu sisi ada KEK ETKI yang fokus pada edukasi, teknologi, dan kesehatan internasional. Di sisi lain ada konsesi jalan tol Serpong Balaraja yang berstatus PSN. Kombinasi ini membuat BSDE menguasai dua sisi ekosistem, yakni tujuan aktivitas ekonomi dan akses menuju kawasan tersebut. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi KEK, nilai aset ETKI yang mencapai Rp1,12 triliun menunjukkan komitmen investasi yang tidak kecil. Namun karakter KEK BSDE berbeda dengan kawasan industri klasik. Kalau Jababeka lewat Kendal menekankan manufaktur, BSDE justru masuk ke sektor jasa berbasis pengetahuan. Ini berarti monetisasinya tidak instan karena butuh tenant kelas institusi seperti rumah sakit internasional, universitas, pusat riset, hingga teknologi digital.

Perbedaan kedewasaan monetisasi terlihat jelas ketika dibandingkan dengan Kendal. Jababeka sudah mencatat pendapatan Rp2,02 triliun dari wilayah tersebut. Artinya arus kas sudah berjalan. Sementara ETKI masih dalam fase pengembangan aktif. Secara konsep kuat, tapi kontribusi ke laporan keuangan belum setara. Pasar saham biasanya lebih menghargai kawasan yang sudah menghasilkan dibanding yang baru disiapkan.

Kalau dibandingkan dengan KPIG, arah pengembangan juga kontras. KEK Lido milik KPIG menargetkan hiburan dan pariwisata kelas dunia. BSDE memilih jalur smart city berbasis layanan kesehatan dan teknologi. Dari sisi risiko siklus ekonomi, model BSDE bisa lebih defensif karena pendidikan dan kesehatan cenderung stabil. Tapi lagi-lagi, butuh waktu lebih panjang untuk mengisi kawasan dengan tenant premium. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dibandingkan ¢AMAN, posisi BSDE sudah selangkah lebih matang. KEK ETKI sudah tercatat eksplisit dalam struktur proyek dan mulai operasional komersial 2025. Sementara AMAN masih di tahap perizinan. Artinya secara regulasi dan kesiapan proyek, BSDE sudah melewati fase awal yang paling krusial. Ini memberi kepastian lebih tinggi terhadap keberlanjutan proyek.

Masuk ke sisi PSN, konsesi tol Serpong Balaraja senilai Rp5,24 triliun memberi dimensi berbeda. Kalau KEK adalah mesin permintaan, tol adalah mesin konektivitas. Infrastruktur ini membuka akses, mempersingkat waktu tempuh, dan memperluas catchment area BSD City. Efeknya biasanya langsung terasa pada kenaikan harga tanah di koridor tol.

Jika dibandingkan PANI, bentuk PSN-nya berbeda. PIK 2 lebih berupa percepatan pengembangan kawasan kota baru. Sementara BSDE mengelola infrastruktur tol yang menghasilkan pendapatan berulang dari tarif. Jadi satu berbasis regulasi kawasan, satu berbasis arus kas infrastruktur. Dari sudut stabilitas, tol memberi aliran pendapatan yang lebih terukur meski butuh capex besar di awal.

Perbandingan dengan ADCP dan $SSIA juga menegaskan posisi BSDE. $ADCP menempel pada proyek transportasi seperti LRT, bukan menguasai infrastrukturnya. SSIA bergantung pada konektivitas pelabuhan Patimban. BSDE justru memiliki dan mengelola aksesnya sendiri, lalu menghubungkannya langsung dengan KEK dan township. Integrasi vertikal seperti ini jarang dimiliki pengembang lain.

Dari sisi finansial, status KEK memberi insentif pajak seperti pembebasan PPh atas penjualan dan sewa lahan di zona tersebut. KIJA sudah merasakan restitusi pajak Rp24,37 miliar dari skema ini. Artinya potensi margin BSDE bisa ikut terdongkrak ketika monetisasi ETKI mulai berjalan. Ditambah land bank BSD City seluas 19,6 juta meter persegi senilai Rp7,76 triliun, efek pengganda dari tol dan KEK bisa signifikan terhadap valuasi tanah. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Jekuatan BSDE terletak pada integrasi aset. Ia menguasai akses lewat PSN tol sekaligus tujuan ekonomi lewat KEK. Secara fundamental, kombinasi ini berpotensi menciptakan recurring income dari infrastruktur dan capital gain dari properti. Hanya saja pasar belum memberi premi besar karena sebagian nilai tersebut masih berupa potensi, belum sepenuhnya berubah menjadi arus kas nyata.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP hari Rabu bakal naik nih

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP demi keindahan jalur transportasi

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Waktu yang Mana?

Kedengarannya seperti… ada kegelisahan yang mulai merambat.

Bukan karena portofolio merah, bukan karena koreksi. Tapi karena diam. Karena layar yang bergerak datar, hari demi hari, sementara di tempat lain—konon—orang-orang sedang berpesta. Breakout ini, momentum itu. Dan suara-suara itu berbisik, “Sayang waktu, sayang opportunity.”

Tampaknya ada kecemasan yang mendalam saat kita melihat sebuah aset bergerak menyamping, seolah-olah setiap detik yang kita habiskan untuk menunggu adalah peluang yang hilang untuk menjadi lebih kaya di tempat lain. Sepertinya ada tekanan yang berat untuk selalu berada di barisan paling depan, mengejar apa pun yang sedang bergerak cepat, agar kita tidak merasa tertinggal oleh mereka yang terlihat begitu lincah.

...Terlihat begitu lincah?

Sepertinya narasi tentang 'membuang waktu' sengaja digunakan agar kita merasa bahwa ketenangan adalah sebuah kesalahan. Rasanya sangat masuk akal untuk menunggu hingga sebuah pintu terbuka lebar sebelum kita masuk.

Tampaknya ada dorongan yang sangat kuat untuk selalu merasa produktif di setiap detik pergerakan pasar. Sepertinya ada ketakutan yang mendalam akan kehilangan momentum atau membuang-buang waktu pada sesuatu yang terlihat diam, seolah-olah setiap jeda adalah sebuah kerugian yang harus segera ditutupi dengan kecepatan.

...Segera ditutupi dengan kecepatan?

Sepertinya kita sudah terbiasa mengukur keberhasilan hidup hanya dari angka-angka yang bertambah di saldo rekening. Ada perasaan bangga saat kita merasa berhasil memenangkan waktu dengan cara berpindah-pindah dengan cepat, mengejar setiap peluang yang muncul di layar monitor.

Itu benar. Perasaan itu sangat manusiawi. Tidak ada yang mau merasa tertinggal. Tidak ada yang mau menjadi satu-satunya yang tidak diundang ke pesta. Ketika saham kita tidak ke mana-mana dan orang lain bercerita tentang gain dalam hitungan jam, wajar jika muncul pertanyaan: “Apa aku salah tempat?”

Namun, saya penasaran. Bagaimana perasaan Anda jika ternyata pengejaran terhadap 'peluang di tempat lain' itu sebenarnya hanyalah cara kita untuk terus berlari dari satu ketidakpastian ke ketidakpastian lainnya, tanpa pernah benar-benar membangun fondasi yang kokoh?

...Terus berlari dari ketidakpastian?

Bayangkan dua orang di stasiun yang sama.

Yang satu naik kereta ekspres. Tujuannya jauh, katanya. Laju cepat, jendela bergetar, pemandangan berlari kencang. Ia melambai dari balik kaca, tersenyum lebar, seolah berkata: “Lihat, aku melaju. Kamu masih di sana?”

Yang lain memilih turun. Duduk di bangku kayu, membuka bekal, mengamati langit.

Kereta ekspres itu memang cepat. Tapi ia tidak pernah bilang ke mana ia pergi. Dan penumpangnya tidak pernah ditanya apakah mereka benar-benar ingin ke tujuan itu. Mereka hanya ikut, karena takut ketinggalan.

Sementara itu, di bangku kayu, ada orang yang memilih untuk berpijak di tanah yang ia kenali. Ia tahu musim tanamnya. Ia tahu kapan hujan datang dan kapan tanah perlu diistirahatkan. Tidak ada yang instan, tidak ada yang dramatis. Tapi setiap pagi, saat ia bangun, tanah itu masih di sana. Miliknya.

Waktu yang dianggap “terbuang” oleh kereta ekspres, sejatinya adalah waktu yang diinvestasikan untuk memahami pijakan sendiri.

Kita tidak pernah kehilangan waktu selama kita masih tahu mengapa kita diam.

Saya penasaran. Bagaimana perasaan Anda jika ternyata kecepatan yang Anda banggakan di pasar itu sebenarnya sedang dibayar dengan menggunakan cadangan waktu, energi, dan kedamaian hidup yang seharusnya menjadi milik masa depan Anda?

...Milik masa depan Anda?

Tampaknya ada sebuah realita yang jarang kita akui: bahwa setiap kali kita memaksa untuk 'menang cepat' di depan layar, ada aset lain dalam hidup kita yang diam-diam sedang terkuras habis. Sepertinya kita sering lupa bahwa hubungan dengan orang-orang tercinta, kesehatan fisik yang prima, dan ketenangan jiwa adalah modal yang jauh lebih mahal daripada sekadar profit harian. Ada pengakuan yang mulai muncul: bahwa mengekstrak kebahagiaan masa depan demi angka-angka hari ini sebenarnya bukan sedang membangun kekayaan, melainkan sedang meminjam dari masa depan dengan bunga yang sangat mahal.

...Bunga yang sangat mahal?

Tampaknya kita mulai menyadari bahwa di dunia ini, pihak yang paling sering bicara tentang 'efisiensi waktu' justru adalah mereka yang paling bergantung pada perhatian kita agar mereka tetap relevan. Sepertinya ada pengakuan yang jujur dalam diri kita: bahwa waktu yang kita habiskan untuk memahami sebuah bisnis yang sehat secara mendalam tidak pernah menjadi waktu yang sia-sia, meskipun harga sahamnya belum bergerak ke mana-mana.

...Tidak pernah sia-sia?

Tampaknya kita kini lebih menghargai kemampuan untuk diam di tempat yang tepat daripada terus berpindah-pindah di tempat yang salah hanya karena kita takut terlihat lambat. Ada perbedaan besar antara seseorang yang menunggu karena tahu nilai apa yang dia genggam, dengan seseorang yang harus selalu bergerak cepat karena dia sebenarnya tidak memiliki pijakan apa pun untuk bertahan.

Jadi, ketika suara-suara itu berbisik tentang breakout dan opportunity yang konon lewat, mungkin ada satu pertanyaan yang bisa menenangkan kita kembali ke pijakan sendiri:

“Jika saya tahu bahwa saham ini tidak akan ke mana-mana selama setahun penuh, apakah saya masih akan mempertahankannya — atau yang saya kejar sebenarnya bukan sahamnya, melainkan sensasi ikut bergerak?”

Jika pada akhirnya total nilai hidup Anda tidak hanya dihitung dari jumlah uang, melainkan dari kualitas waktu dan kesehatan yang Anda miliki, bagaimana cara Anda memastikan bahwa setiap keuntungan yang Anda kejar hari ini tidak sedang membuat Anda bangkrut di semua aspek hidup yang lainnya saat masa depan itu tiba nanti?

Jika pada akhirnya pasar selalu menghargai mereka yang memiliki kesabaran untuk melihat nilai bertumbuh, bagaimana cara Anda memastikan bahwa pengejaran Anda terhadap 'kecepatan' hari ini tidak justru membuat Anda kehilangan hal yang paling berharga, yaitu ketenangan untuk melihat hasil yang nyata di masa depan?

$MSTI $ADCP $BDKR

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP ayo jangan malu2 yang lain udah ijo😁

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP bangun bangun ihsg udah ijo tuh..

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP yang avg di 61 apakabar?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@LukmanHakim06 ✅Alhamdulillah sudah capai target pertama🎯 boleh jual sebagian! target berikut nya 264

$ADCP $PTRO

#Disclaimer

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP in YP we trust

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP pergerakan terbaca..mau ke range harga 55-56 dlu krn ketika ihsg hijau pekat,bid 56 tetap lebih tipis dr offer 57. kalo ihsg nya merah sdh pasti ke harga 55 😁 (orderboolmologi)

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP 60 dong, lgsg gw sell. 😂

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP
BUY SEBELUM TERBANG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP bid offernya seram bng

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP ihsg merah dia ijo🗿🗿

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

pelan pelan $ADCP

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

tumben, IHSG merah $ADCP ijo

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP mau digasskan ndarrrrrr

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP udh saatnya kau ndarrr??

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

aturan 15% itu diterapkan bertahap selama 3 tahun, dan diprioritaskan big cap dulu terutama LQ45

kalau $ADCP jadi big cap atau masuk LQ45 dalam 3 tahun ke depan, mustahil free float tetap 10%

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP belm selesai kumpulin barang kah ndar🗿🗿

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy