


Volume
Avg volume
Perseroan, didirikan pada tahun 2004, merupakan perusahaan induk yang memiliki Perusahaan Anak yang bergerak di bisnis pertambangan batu bara termal, logistik, pengelolaan aset lahan (Adaro Land), pengelolaan air (Adaro Water), dan bidang lainnya, antara lain seperti investasi (Adaro Capital), ketenagalistrikan, jasa konsultasi di bidang pertambangan, serta pengembangan teknologi informasi. Wilayah operasional Grup Perseroan meliputi Jakarta, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Riau, Sumatera Utara dan Kalimantan Utara. Saat ini, Grup Perseroan memiliki 7 (tujuh) aset pertambangan b... Read More
ketika saham batubara di CHINA pada ARA.. di AUSSIE naik banyak dan bahkan ada yang break new high harga 2022 nya , $AADI ini PE 8 aja nggak bisa.. memang market indo manipulasinya keterlaluan. ada saham yang manipulasi goreng setinggi langit dan ada saham yang manipulasi cekek injek sampai ritel muntah darah

@M4rgar3tha Secara kualitas batubara, $AADI dan $ITMG tidak sepenuhnya setara karena fokus pasar dan spesifikasi kalori yang sedikit berbeda (AADI unggul di ultra-low pollution, ITMG unggul di variasi kalori). Namun, keduanya sama-sama pemain premium dalam hal cash cost yang rendah dan posisi geografis, menjadikan keduanya emiten papan atas di Indonesia, AADI masih support BIB karena masuk ke bagian portofolio produksi nya kak supaya dukungan oprasional AADI tetap berlanjut, sepemahaman saya begitu kak.
intinya kedua nya itu pemain batu bara termal terkemuka di indonesia, market leader istilah nya mah, CMIIW.
kalo saya pilih $AADI, mereka pendapatan nya setara $ITMG tapi harga saham nya masih murah, dengan aset yg sangat besar, harus nya harga AADI bukan di 8.200 tapi di 10.000, cuma ya semua tergantung kondisi market, semoga aja ada keajaiban wkwk
$AADI cash flow nya besar, aset nya besar, net profit nya juga besar, waktu masih nyatu dengan $ADRO, si AADI ini udah kaya ATM berjalan nya, tapi semenjak spin off, ADRO mulai manggung dengan pipeline EBT diversifikasi bisnis ke smelter alumunium juga melalui $ADMR, serta ADRO masih punya kepemilikan di AADI, jadi 3 pilar dalam 1 genggaman masih bagus di hold (BUKAN DI TRADING)😂
Bbrp hari lalu $AADI ke harga segini.. saya serok..
Sepertinya ini gara2 banyak yg jual karena kena margin call (saham gorengan mereka yang di margin kebakaran jadi kena force sell saham lain yg masih bisa di sell)
I thank you heroes 🙏
Saya ga mau mendoakan yg buruk2 buat yg lagi kena sial di-pasar, semoga anda jg bisa cuan di-lain kesempatan.

$INDY TAMBANG EMAS DI DEKAT RUMAH UDAH PRODUKTIF TAPI MESTINYA $BUMI OKEY SIH. KAN PUNYA TAMBANG EMAS JUGA ? TAPI HATI LEBIH KE INDY
SEDANGKAN KALAU $AADI ?
kira - kira kalian lebih suka yang mana ?

Jadi $AADI $INDY $BUMI emitten BB yang tidak terkena dampak pemotongan RKAB. Sentimen ini akan membawa dampak kenaikan harga batubara dengan pengurangan produksi sekitar 26% di 2026 untuk produksi BB Indonesia. Silahkan dipilih.
*Wamen ESDM Jawab Keresahan Pemangkasan RKAB, Janji Hitung Cermat*
Bisnis – 04 Februari 2026 – Menanggapi gelombang protes pelaku usaha terkait isu pemangkasan kuota produksi batu bara 40-70%, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini RKAB 2026 *belum resmi diterbitkan* secara final dan masih dalam tahap *evaluasi sistem*. Pemerintah mengakui bahwa proses ini memakan waktu karena adanya transisi skema perizinan dari persetujuan tiga tahunan menjadi tahunan (_annual_).
Yuliot secara terbuka mengakui kecemasan di kalangan pengusaha mengenai risiko kebangkrutan dan PHK massal akibat kebijakan ini. Meskipun target produksi nasional tetap diproyeksikan turun ke level *600 juta ton* demi menjaga stabilitas harga global, ia memastikan Kementerian ESDM sedang melakukan *perhitungan ulang yang cermat*. Hal ini menjadi perhatian khusus (_concern_) Menteri Bahlil Lahadalia untuk mencari titik keseimbangan, agar upaya mendongkrak harga komoditas tidak justru mematikan kelayakan operasional (_viability_) perusahaan tambang di lapangan.
$ITMG $AADI $BUMI
$BYAN
Halo Rekan Investor! Mari kita bedah salah satu "Sultan" di sektor energi kita, **PT Bayan Resources Tbk (BYAN)**. Sebagai mentor, saya melihat BYAN ini adalah emiten yang sangat unik: fundamentalnya sekuat baja, tapi harganya "premium" dengan risiko regulasi yang mengintip.
Berikut adalah analisis komprehensif saya untuk bekal strategi Anda di Februari 2026 ini:
### 1. Fundamental: "Benteng" Biaya Terendah
Kekuatan utama BYAN bukan hanya pada harga batu bara, tapi pada efisiensi.
* **Cost Leadership:** BYAN adalah produsen dengan biaya terendah di Indonesia. Rasio pengupasan tanah (*stripping ratio*) mereka sangat rendah, sekitar **4,5x**, jauh di bawah rata-rata industri yang bisa mencapai 6-7x. Artinya, mereka tetap untung besar bahkan jika harga batu bara anjlok ke level yang membuat kompetitor lain "berdarah-darah".
* **Ekspansi Masif:** Tidak seperti emiten lain yang mengerem, BYAN gaspol. Mereka menargetkan produksi naik ke **70+ juta ton** di 2025 dan seterusnya, didukung oleh infrastruktur jalan angkut baru dan ekspansi tambang Tabang.
* **Diversifikasi:** BYAN sedang bersiap untuk *groundbreaking* proyek gasifikasi batu bara (DME) pada 6 Februari 2026. Ini langkah cerdas untuk masa depan pasca-batu bara.
### 2. Kinerja Keuangan: Laba Turun, Kas Melimpah
Jangan kaget melihat labanya terkoreksi. Ini wajar di siklus "post-boom".
* **Laba Bersih:** Per Kuartal III 2025 (9M25), laba bersih turun **7,3% YoY** menjadi Rp8,7 triliun. Penurunan ini disebabkan normalisasi harga jual rata-rata (ASP), meskipun volume penjualan mereka naik.
* **Neraca "Sultan":** Posisi keuangan mereka sangat sehat (Net Cash Positive) sejak 2021 dengan rasio utang yang sangat rendah (DER 0,25x). Kas mereka melimpah, mencapai Rp9,15 triliun di akhir September 2025.
### 3. Valuasi & Risiko: "Harga Sultan" & Awan Mendung Free Float
Di sinilah Anda harus hati-hati, Rekan Investor.
* **Valuasi Premium:** BYAN diperdagangkan dengan PER (Price to Earnings) yang sangat tinggi, berkisar **35x - 50x**, jauh di atas rekan sejenisnya seperti ADRO atau ITMG yang hanya single digit. Harga ini mencerminkan "kelangkaan" saham di pasar, bukan murni kinerja laba.
* **Risiko Free Float:** Ini risiko terbesar saat ini. OJK dan Bursa sedang mendorong aturan *free float* (saham publik) minimal **15%**. Saat ini kepemilikan publik BYAN sangat kecil karena didominasi Low Tuck Kwong (>40%) dan Elaine Low (22%). Jika aturan ini dipaksakan, bisa ada *re-rating* harga yang signifikan ke bawah karena suplai saham di pasar akan membanjir.
### 4. Dividen: Konsisten tapi Bukan yang Tertinggi
BYAN adalah "Dividend Player" yang konsisten, tapi *yield*-nya tidak sebesar ITMG atau PTBA karena harga sahamnya yang mahal.
* Total dividen 2024 mencapai **USD 800 juta**, dan mereka baru saja membagikan dividen interim USD 300 juta di Januari 2025.
* Rasio pembayaran (*payout ratio*) tinggi di angka **75%**, menunjukkan komitmen manajemen membagi keuntungan kepada kita.
### 5. Analisis Teknikal: Tren Bearish (Hati-hati!)
Per tanggal 4 Februari 2026:
* **Tren:** Saham ini sedang dalam tren turun (*downtrend*) yang kuat. Indikator *Moving Average* menunjukkan sinyal "Strong Sell".
* **Harga:** Diperdagangkan di kisaran **Rp15.000**, mendekati level terendah 52 minggunya di Rp14.300.
* **Momentum:** Belum ada sinyal pembalikan arah (*reversal*) yang kuat meskipun indikator *Stochastic* sedikit jenuh jual (*oversold*).
---
### 🏛️ Arahan Mentor untuk Anda:
**1. Untuk Investor Jangka Panjang (Value Investor):**
* **Wait and See.** Harga saat ini (Rp15.000-an) masih terlalu mahal secara valuasi fundamental (PER >35x). Tidak ada *Margin of Safety* yang cukup. Risiko regulasi *free float* bisa menekan harga lebih dalam. Tunggu kejelasan regulasi atau koreksi harga yang lebih dalam.
**2. Untuk Pemburu Dividen (Dividend Hunter):**
* **Hold / Accumulate Perlahan.** Jika Anda sudah punya di harga bawah, tahan saja. Dividen mereka aman karena kas tebal. Tapi untuk masuk baru, *yield* 1-2% mungkin kurang menarik dibanding SBN atau saham batubara lain.
**3. Untuk Trader (Short Term):**
* **Pantau Support Rp14.300.** Jika harga mantul di area ini dengan volume tinggi, bisa *Speculative Buy* untuk *technical rebound* sesaat. Tapi ingat, tren besarnya masih turun. Jangan lupa pasang *Cut Loss* ketat.
**Kesimpulan:** BYAN adalah perusahaan yang **sangat sehat** (biaya rendah, kas banyak), tapi sahamnya **sangat mahal** dan dibayangi risiko regulasi kepemilikan saham. Jangan FOMO, biarkan pasar memberikan harga diskon yang lebih masuk akal.
*Disclaimer: Analisa ini adalah pandangan edukasi, bukan perintah jual/beli. Keputusan investasi ada di tangan Anda.*
https://cutt.ly/Atv4cBqE
RANDOM TAG $AADI $DSSA
$BUMI
⛏️ BUMI, AADI, dan INDY Terhindar dari Pemangkasan Kuota
💲BUMI: Bloomberg melaporkan bahwa beberapa perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia terhindar dari pemotongan kuota produksi yang ditetapkan pemerintah untuk 2026. Narasumber Bloomberg menyebut bahwa Bumi Resources, Adaro Andalan Indonesia ($AADI), dan Indika Energy ($INDY) mendapatkan kuota penuh sesuai pengajuan mereka tahun ini, dengan total kuota ketiganya berkisar 170 juta ton.
https://snips.stockbit.com/snips-terbaru/-kompilasi-buyback-pascapengumuman-msci?source=research

$BUMI semoga ada jodohnya Kamis
BUMI, AADI, dan INDY Terhindar dari Pemangkasan Kuota
$BUMI: Bloomberg melaporkan bahwa beberapa perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia terhindar dari pemotongan kuota produksi yang ditetapkan pemerintah untuk 2026. Narasumber Bloomberg menyebut bahwa Bumi Resources, Adaro Andalan Indonesia ($AADI), dan Indika Energy (INDY) mendapatkan kuota penuh sesuai pengajuan mereka tahun ini, dengan total kuota ketiganya berkisar 170 juta ton.
@lunar7
$BSSR isu yg beredar, sedang dalam pembahasan manajemen & PSP.
Mengingat masa transisi yg masih 3 tahun, maka beberapa opsi di kemukakan.
Mengingat BSSR terkenal karena dividennya yg besar, maka mengemuka isu salah satu ide ato opsi melalui peningkatan dividen ke investor selama 3 tahun masa transisi, sehingga waktunya tiba, investor tidak kesulitan untuk ikut RI nya.🤔👍😂🤣
Kalo benar ini jadi kenyataan, luar biasa BSSR.👍👍👍
Mari kita bantu doakan.🙏🙏🙏😊
Jadi mirip dulu $AADI pups lepas dari $ADRO, tapi bedanya ini di cicil selama 3 tahun dividennya.🤔😊
Kalo benar terwujud, emiten lain jangan iri ya.🤣🤣🤣
ini bukan ajakan jual/beli saham, dyor.

Kita yang motong RKAB, perusahaan China yang naek harga sahamnya.
sementara $AADI malah merah hari ini. kagak jelas.
besok $AADI ARB pula?
bursa apaan nih?

$CDIA +4,28% (1050-1095)
$AADI +4,25% (8225-8575)
$PANI +3,13% (8775-9050)
Persentase dihitung dari harga yg dilingkarin (blue to yellow)
1/9









Kementerian ESDM per awal 2026, melakukan Pemangkasan Kuota RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) pada Produksi Batu Bara.
Target :
2025=790 juta ton
2026=600 juta ton
● Perusahaan yang TERKENA Pemotongan Kuota
✔️ Perusahaan dengan Efisiensi Rendah (memiliki biaya produksi tinggi dan dianggap tidak efisien)
✔️ Perusahaan dengan Kepatuhan Rendah DMO (gagal memenuhi kewajiban DMO 25% pada tahun-tahun sebelumnya.
✔️ Perusahaan dengan Masalah Administratif (yang terkendala masalah izin, seperti IPPKH/Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan yang belum selesai, sehingga RKAB tidak diterbitkan.
● Perusahaan yang Relatif AMAN / Mendapat Prioritas
✔️ Perusahaan Pemasok Utama PLN/DMO Tinggi (konsisten memenuhi kewajiban DMO 25% untuk kebutuhan dalam negeri, khususnya bagi pembangkit listrik milik PLN).
✔️ Perusahaan yang Memiliki Integrasi dengan Industri Dalam Negeri (memasok kebutuhan batu bara untuk bahan bakar smelter/pengolahan mineral, semen, pupuk, dan tekstil).
✔️ Perusahaan dengan Kinerja "Bersih" (tidak bermasalah dengan administrasi, lingkungan, dan royalti.
Random Tag:
$AADI $BUMI $INDY
ITMG, BSSR, BYAN
1/2

