Mengapa Saham Dengan Fundamental Bagus Sulit Naik Harganya?

Karena investor yang ada di dalamnya tidak ingin harganya cepat naik. Mereka tahu itu barang bagus sehingga mereka ingin akumulasi sebanyak - banyaknya di harga yang semurah-murahnya.

Mengapa Saham Dengan Fundamental Jelek Cepat Naik Harga Sahamnya?

Karena investor di dalamnya ingin cepat - cepat keluar dari saham jelek tersebut. Dan cara paling mudah untuk exit adalah goreng saham setinggi - tingginya lalu distribusi. Karena investor dan trader ritel paling mudah ditarik perhatiannya dengan menaikkan harga saham.

Bandar akumulasi barang di harga murah ketika downtrend dan sideways lalu distribusi di harga mahal ketika uptrend.

Selama bandar ingin akumulasi barang di harga murah maka bandar akan membuat saham downtrend dan sideways lama lalu untuk membuat efek fear makin kuat maka bandar melakukan shortsell serta menyebarkan berita - berita negatif agar investor ritel tidak ada yang membeli saham tersebut yang dapat mengganggu agenda akumulasi bandar.

Bisa dilihat beberapa bulan lalu begitu banyak berita buruk bertebaran di saham Coal. Bahkan ketika saham coal sudah berada di zona super undervalued dan coal sudah di zona >80 dollar, zona di mana semua perusahaan coal bisa mencetak laba. Mengapa bisa begitu, itu karena bandar ingin mengakumulasi saham coal di harga murah sebanyak - banyaknya.

Begitu bandar sudah memiliki banyak barang mereka pun mulai menyebarkan banyak berita bagus sehingga investor dan trader percaya diri membeli saham tersebut ketika bandar melakukan distribusi saham.

Masih ingat juga dengan saham konsumer? Di November 2020 - Februari 2021 banyak juga berita buruk tentang konsumer. Bahkan INDF anjlok hingga 6000 dan HMSP anjlok sampai 1270.
https://stockbit.com/post/5859658

Yang beli HMSP ADRO ICBP INDF ketika saya membuat artikel di bawah ini mungkin sudah cuan bisa cuan meskipun tipis.
https://stockbit.com/post/5799440
https://stockbit.com/post/5765517
https://stockbit.com/post/4737291

Ketika banyak bad news, rokok sunset lah, Indofood GCG Buruk coal sunset lah dll dll. Padahal perusahaan tersebut jelas - jelas masih mencetak laba dan Cashflow Triliunan, maka itu saatnya membeli.

Sekarang begitu harga mulai naik, mulai muncul berbagai berita bagus bisa dipertimbangkan untuk menjual.

Pasar saham selalu begitu. Itulah mengapa penting bagi investor untuk mengetahui fundamental dan valuasi perusahaan agar tidak mudah terombang-ambing ketika saham yang dimiliki sedang di markdown dan di shortsell bandar.

Always remember, never all in, always selot selot. Karena markdown bandar bisa berlangsung berbulan-bulan. Jika kalian bisa nyangkut dan hold floating loss 6 bulan maka seharusnya kalian juga bisa hold floating profit > 6 bulan.

Investor yang sudah kelamaan nyangkut biasanya begitu floating profit sedikit langsung TP. Floating loss 20% 6 bulan dihold, begitu floating profit sedikit 1% langsung TP. Itu karena investor yang lama nyangkut psikologis sudah terganggu akibat tidak siap nyangkut. Sehingga begitu naik sedikit mereka takut profit hilang, langsung di TP. Maka tidak worthy lah nyangkut 6 bulan kalau hanya di bayar cuan 1%. Lebih baik simpan duit di deposito kalau begitu.

Karena itu bagi yang mau jadi investor, maka harus siap nyangkut >6 bulan. Siap nyangkut hold floating loss lama, siap nyangkut hold floating profit lama. Korbankan short term gain demi long-term gain.

Kalau tidak siap nyangkut lama, maka jangan pernah berpikir untuk jadi investor. Jadi trader YPC YOLO YOLO is better.

Karena tidak semua orang bisa jadi investor dan tidak semua orang bisa jadi trader YPC YOLO YOLO. Jadi temukan jalan hidupmu.

Kalau mau jadi investor long-term wajib kuasai fundamental. Dan harus berani menjadi kontrarian. Ketika orang-orang bilang Coal jelek, dan ternyata semua saham coal undervalued, kita langsung masuk.

Kalau mau jadi trader YPC YOLO YOLO wajib kuasai technical

Kalau mau hybrid, gunakan dua akun saham yang berbeda. Karena setup trading YPC YOLO YOLO sangat beda dengan setup investasi long-term.

Read more...