Fundamental Utama Saham Coal

Fundamental utama saham coal hanya 2:
1. Coal price
2. Cash cost

Selama coal price > cash cost, perusahaan coal akan cetak laba.

Rata-rata perusahaan coal itu cash cost 40-55 dollar.

Sebagai contoh cash cost $PTBA itu hanya 555rb ribu rupiah/ton atau sekitar 39 dollar. Dan ini merupakan Cash cost paling rendah di antara semua perusahaan Coal di Indonesia.

Jadi kalau coal anjlok ke 50 dollar, PTBA masih bisa cetak laba.

Itulah yang membuat PTBA selalu memiliki valuasi lebih mahal jika dibandingkan saham coal lain.

Waktu market crash Maret 2020, PTBA hanya anjlok hingga 1385 = PBV 1,1.

PTBA bahkan tidak anjlok hingga ke PBV < 1 ketika market crash. Bandingkan dengan emiten Coal lain yang anjlok hingga di bawah PBV 1.

$INDY anjlok hingga 364 = PBV 0,17
$ITMG anjlok hingga 5650 = 0,51
$ADRO anjlok hingga 610 = 0,38
$DOID anjlok hingga 82 = PBV 0,18
PTBA anjlok hingga 1385 = PBV 1,1

Investor lebih percaya diri beli PTBA di harga premium karena beli PTBA = beli safety. Jadi sebenarnya PTBA bukan lelet. Sejak awal, PTBA valuasinya lebih premium, sehingga bisa dikatakan saham coal lain yang sedang berusaha mengejar valuasi PTBA.

Jadi buat investor PTBA, sabar saja kalau harga sahamnya bergerak lebih lambat dari saham coal lain.

Harapan utama investor coal hanya 1 yakni coal menuju 100 dollar.

Read more...