@osusanto belajar dulu harga naik, turun, atau gak naik gak turun krn adanya kepentingan pak. Di Indonesia ini harga mayoritas dikendalikan market maker, tidak seperti saham Amerika yg lebih likuid apalagi Google. Market Indonesia ini tidak efisien beda sama Amerika. Baca lagi ada kepentingan $ADRO untuk buyback hingga pertengahan tahun 2026, smelter yg selesai akhir tahun ini, performance laba yg selalu naik setelah split off (jangan bandingkan sebelum split off). Mana ada pengusaha yang mau buyback sedangkan harga dibiarkan terbang, harga pasti ditahan dibawah spy ada kesempatan cicil ? Laba yg naik terus pasca split off, masih beranggapan $ADRO bermasalah tanpa usaha batubara ? Saya yakin tidak. Saham ini salah satu saham terbaik secara fundamental di bursa.