$NRCA $EMAS $KJEN

Kalo ikut teori TA, saham itu selalu melalui 3 fase, akumulasi, mark up, sama distribusi, kemudian siklusnya berulang lagi. Partisipasi publik ya kebanyakan di area mark up, atau distribusi. Jarang ikutnya di area akumulasi, karena lama sideways nya, ga banyak yang tahan.

Apa alasan dia lama?
- Namanya akumulasi pasti pengen harga yang terbaik secara rata-rata, bukan paling rendah, tapi very good price, kaya NRCA modal SRTG disana sekitar Rp 500 - Rp 800, katakan Rp 650, tepatnya mungkin sekitar Rp 690. Berapa lama holdnya? dari 2013, bayangkan pegang selama 12 tahun, kalau mau exit logikanya masa cuma cuan 100%, di bagi 12 cuma dapat 8% setahun non compound, taro aja di ORI jaman itu juga dapat bunga sama, belom faktor biaya angkat, 100% naik itu bisa ga dapat apa apa,

- Perlu waktu persiapan, entah itu aksi korporasi, fundamental dll, set up LK itu ga sebentar, biar bisa laba kinclong. Hey kalo gitu LK itu penuh tipu daya yang terkutuk? ya jelas, selama masih dalam kerangka legal, ya boleh boleh saja. Karena ga ada statement yang menyatakan hukum buatan manusia itu suci toh? Kecuali hukum Tuhan. 馃槉

- Perlu dana juga buat angkat, jadi MM pasti trading tipis dulu supaya nambah modal buat angkat sahamnya, chart perlu di lukis biar kamu dan saya suka kalo dia break out, jadi rame rame beli.

- Cara paling pinter ya buyback saham, apalagi kalo dari awal cuma modal Rp 1, di buyback perusahaan Rp 50, auto bagger kan? Cek aja ada perusahaan tekhnologi yang komisarisnya dapat saham MESOP Rp 1 kalo ga salah, sementara sahamnya saat itu > Rp 50. Emang kamu tau kalo saham yang di buyback itu punya siapa? Ya bisa aja tinggal calling kan? Bro pasang di bidang, gw makan nih punya lu. Simple, duit perusahaan keluar masuk ke kantong pribadi. Tanpa perlu deviden tanpa perlu drama, pajak + biaya = 0,5%.

Masih banyak alasan lain, tapi itu dulu, saya mau sarapan. DYOHR

Read more...
2013-2025 Stockbit 路AboutContactHelpHouse RulesTermsPrivacy