imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$WEHA LK Q3 2025: Kenaikan Beban Lebih Cepat dari Kenaikan Revenue

Hari ini saya buka screener saham dan nama WEHA nongol. Sejujurnya saya tidak pernah merhatiin saham ini sebelumnya. Tidak ada hype, tidak ada drama, tidak ada euforia. Tapi karena dia muncul di screener, saya share ke External Community Pintar Nyangkut di Telegram, lalu saya mulai bedah dari laporan keuangannya. Dan dari situ saya langsung paham satu hal WEHA bukan saham yang bisa dinilai dari permukaan. Ini saham yang harus dibaca pakai logika siklus bisnis, bukan logika sentimen harian. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

WEHA atau PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk ada di bawah payung Panorama Leisure, bisnis intinya angkutan antar kota, bus pariwisata, dan sewa kendaraan. Secara model bisnis, dia padat modal. Artinya pertumbuhan bukan didorong software atau strategi marketing viral, tapi dari kemampuan perusahaan beli armada, biayai operasionalnya, lalu mengubah kursi kosong jadi rupiah. Ini bisnis yang kuat saat ekonomi stabil, tapi gampang tertekan kalau biaya operasional melonjak atau kas terlalu seret. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Pengendali utamanya PT Panorama Sentrawisata Tbk $PANR dengan 54,54% kepemilikan. Ada juga fakta menarik, WEHA punya piutang pihak berelasi ke PT Panorama Investama Rp 13,28 Miliar, tanpa bunga dan tanpa jatuh tempo. Ini bukan salah secara aturan, tapi dari sudut kas, ini bukan aset produktif juga. Anggap saja seperti uang nganggur yang dipinjam keluarga sendiri. Tidak hilang, tapi juga tidak bantu likuiditas saat dibutuhkan.

Kalau lihat struktur asetnya, sebenarnya WEHA punya backbone yang kuat. Aset tetapnya Rp 253,83 Miliar, setara 64,48% total aset ini mayoritas armadanya. Yang bikin menarik, nilai wajar armada itu Rp 250,49 Miliar, sementara nilai bukunya hanya Rp 173,84 Miliar. Artinya ada bantalan nilai tersembunyi sekitar Rp 76,65 Miliar. Ini bukan laba, bukan kas, tapi ini bukti perusahaannya punya jaminan real yang solid.

Masalah mulai terlihat di likuiditas jangka pendek. Kas turun 18,87% jadi Rp 15,07 Miliar. Aset lancar turun ke Rp 50,43 Miliar. Di sisi lain, utang jangka pendek naik, terutama pinjaman pembelian aset tetap yang jatuh tempo < 1 tahun dari Rp 22,84 Miliar ke Rp 29,07 Miliar. Kombinasi ini bikin modal kerja bersih anjlok 58,93% jadi tinggal Rp 4,46 Miliar. Ini bukan mengarah ke bangkrut, tapi ini sinyal bahwa ruang bernapas kasnya makin sempit. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Pendapatan LK Q3 2025 YTD tumbuh 3,89%, dari Rp 221,51 Miliar jadi Rp 229,94 Miliar. Kelihatannya aman. Tapi waktu turun ke profitability, gambarnya berubah. Laba kotor turun 3,79% jadi Rp 78,62 Miliar. Laba usaha turun 29,77% jadi Rp 23,49 Miliar. Laba bersih turun 22,88% jadi Rp 17,92 Miliar. Margin kotor menyusut dari 36,89% ke 34,19%. Artinya pendapatan naik, tapi biaya naik lebih cepat. Pangkal masalahnya adalah COGS naik 8,24% dan beban operasional (SGA) naik 19,14%.

Titik paling berat WEHA ada di Q3 2025. Di kuartal ini:
Pendapatan stagnan -0,37% YoY
Laba kotor turun 24,46%
Laba usaha anjlok 67,75%
Laba bersih terjun 62,47%

Ini bukan karena permintaan turun, tapi karena biaya investasi sudah mulai jalan duluan, sementara manfaat dari armada baru belum kelihatan di pendapatan. Bayangkan perusahaan beli banyak bus baru, cicilan dan depresiasinya sudah ditagih hari ini, tapi kursinya baru terisi bertahap di masa depan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Hal menariknya, dari sisi kas operasional, WEHA sebenarnya kuat. CFO (arus kas operasi) sebesar Rp 44,73 Miliar, jauh lebih tinggi dari laba bersih Rp 17,92 Miliar. Bahkan uang yang benar-benar diterima dari pelanggan Rp 228,92 Miliar, hampir sama dengan revenue yang diakui (Rp 229,94 Miliar). Artinya penagihan lancar, pelanggan bayar, operasional inti tidak bermasalah.

Tapi kas itu habis dipakai untuk tiga hal besar:
1. Capex (investasi armada) Rp 25,59 Miliar
2. Bayar utang Rp 22,62 Miliar
3. Bayar dividen Rp 8,76 Miliar
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Hasil akhirnya, kas tetap turun Rp 3,48 Miliar. Ini bukan karena operasional rugi, tapi karena ekspansi dan kewajiban finansial makan lebih banyak dari kas yang dihasilkan.

Kalau dilihat dari berbagai sisi investor
Yang fokus margin akan melihat ini melemah dan berisiko
Yang fokus kas akan melihat bisnisnya masih sehat
Yang fokus siklus investasi akan melihat ini fase “berdarah di awal, hasilnya belakangan”
Yang suka main aman, tidak akan nyaman di sini
Yang paham capex cycle, justru tidak kaget

Jadi intinya, WEHA bukan perusahaan jelek. Dia sedang berada di fase siklus investasi di mana biaya mendahului manfaat. Secara operasional, dia jalan. Secara finansial, marginnya tertekan sementara. Secara neraca, asetnya kuat. Secara kas, operasionalnya sehat, tapi ruang likuiditasnya menipis karena investasinya agresif. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau harapannya cari saham yang labanya rapi tiap kuartal dan tidak bikin deg-degan, WEHA bukan tempatnya. Tapi kalau mau memahami saham dari sudut timing siklus bisnis dan story turnaround, WEHA memberikan banyak bahan untuk dianalisis. Ini saham transisi. Dan saham seperti ini, selalu terlihat paling meragukan saat justru sedang menyiapkan bab berikutnya. Namun, apakah bab berikutnya itu kebangkitan atau tantangan baru, ya yang menentukan adalah seberapa disiplin manajemen mengeksekusi dari sini.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/2

testes
2013-2025 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy