Pilihan menu buat yang mau jalanin diet rendah gula, lemak jenuh, ramah di lambung, walaupun rasanya hambar.
1. Growth -> Net Income tumbuh
Annual yoy tumbuh berarti laba bersih 2024 lebih besar dibandingkan 2023.
Ytd yoy tumbuh berarti laba bersih Jan-Sep 2025 lebih tinggi dari Jan-Sep 2024.
Jika Annual yoy dan Ytd yoy digabung berarti perusahaan masih konsisten tumbuh.
2. Growth -> Revenue tumbuh
Artinya growth bukan hanya di bottom line (yang bisa saja datang dari efisiensi, pendapatan lain-lain di luar usaha).
Tapi memang top line juga tumbuh (penjualan meningkat, permintaan pasar kuat).
3. Profitability -> Return on Equity (ROE) di atas 15%
Artinya jika kinerja perusahaan dipertahankan, dalam waktu 6-7 tahun sudah balik modal (laba bersih terkumpul setara ekuitas).
4. Profitability -> Return on Assets (ROA) di atas 10%
Seluruh aset dipergunakan dengan baik untuk menghasilkan laba. Artinya supplier dan kreditur juga turut senang.
5. Solvency -> Debt to Equity Ratio (DER) di bawah 0,5
Utang berbunga (debt) tidak jadi sumber pendanaan yang dominan bagi perusahaan. Risiko solvabilitas lebih rendah.
6. Solvency -> Net Debt negatif
Perusahaan punya saldo kas lebih dari saldo utang berbunga. Artinya debt dipakai untuk ekspansi, bukan karena keterpaksaan nyangkut utang.
7. Valuation -> Price to Earnings Ratio (PER) di bawah 15.
PER Annualized (dari laba bersih Jan-Sep 2025 dibagi 9 dikali 12) dan PER TTM (akumulasi Q4 2024 sampai Q3 2025), keduanya di bawah 15.
Artinya jika konsistensi kinerja dipertahankan, maka tidak sampai 15 tahun waktu yang dibutuhkan untuk mengakumulasi laba bersih sampai mampu menyamai market cap di harga saham saat ini.
Itu kalau laba-nya stagnan, kalau lanjut tumbuh maka waktunya lebih cepat lagi (PER akan terus turun).
8. Valuation -> Price to Book Value (PBV) di bawah 2.
Dengan growth, profitability, dan solvency yang impresif, memenuhi kriteria 1 sampai 6 di atas, maka market cap 2 kali lipat dari ekuitas masihlah 'kemurahan'.
Jika harga saham terus stay di posisi sekarang, padahal kinerja laba konsisten bahkan terus tumbuh, maka ekuitas akan bertambah dengan cepat menyamai market cap (PBV akan terus turun).
...........................
Screener ini menjaring 6 emiten saja di kondisi sekarang, jadi bisa dibilang kriterianya cukup ketat.
BAYU $EMTK IPCC $NAIK $PANR YOII
Urut abjad biar adil.
2 perusahaan yang baru IPO masuk ke sini yaitu YOII dan NAIK.
2 perusahaan sektor pariwisata yaitu BAYU dan PANR.
2 perusahaan yang terkait keuangan digital yaitu YOII dan EMTK.
2 perusahaan yang terkait infrastruktur industri yaitu NAIK dan IPCC.
Keenamnya bisa dirangkum dengan kata 'jasa'.
..................
Screener fundamental sederhana tapi gak disangka bisa kasih sinyal makro kalau sektor jasa Indonesia ternyata lebih tangguh, pulih lebih cepat, tumbuh, tapi justru belum banyak diapresiasi market.
Karena arah ekonomi saat ini yang mana sektor industri utamanya manufaktur dan hilirisasi lagi didorong untuk memacu pertumbuhan ekonomi.
Maka dia yang jasanya dipake oleh sektor jasa juga sekaligus sektor industri, dapet dobel dia.
Apa tuh emitennya ?
Cari aja yang harganya paling terpuruk dari enam di atas, cuma ada satu kok, the one and only 馃ぃ
Menu sehat, tapi hambar.
Bukan enak, malah enek 馃ぎ
1/2

