imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Laporan Keuangan Full Year 2024: Sebagian Besar Masih Malas Rilis, Apakah Ada yang Lagi Cooking Book?

Per tanggal 26 Februari 2025, dunia persahaman Indonesia masih adem ayem soal laporan keuangan tahunan. Dari 951 saham di IHSG, baru segelintir yang keluarin laporan, sementara mayoritas masih menunggu momen yang pas—atau mungkin lagi sibuk revisi biar angka gak terlalu jelek? Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Sektor kesehatan contohnya, dari 35 saham, belum ada satu pun yang rilis laporan. Mungkin lagi sibuk ngurus pasien atau sekadar cari cara bikin angka tetap sehat di atas kertas. Sektor teknologi dan transportasi juga ikutan puasa laporan. Dari 47 saham teknologi dan 37 saham transportasi, hasilnya nihil. Entah karena datanya belum siap, atau emang gak siap mental menghadapi kenyataan.

Di sektor konsumer primer, baru 3 dari 129 saham yang berani rilis laporan. $AALI masih bisa nyengir dengan laba naik 8%, tapi UCID dan UNVR harus rela lihat laba mereka nyungsep masing-masing 19% dan 29%. Konsumer non-primer lebih "progresif," dengan 4 dari 166 saham udah buka kartu. Yang paling menarik? FUTR dengan laba naik 813%, dan harga sahamnya ikut melesat 180%. Bandingkan dengan $AUTO yang labanya naik 10% tapi harga sahamnya malah turun 15%—kayaknya market lebih tertarik dengan sensasi drama daripada fundamental.

Sektor keuangan? Baru 24 dari 109 saham yang kasih laporan. Sayangnya, sebagian udah nyungsep duluan sebelum ada wacana paksaan mendanai program 3 juta rumah ala Prabowo-Hashim. Kenaikan laba di sektor ini sepertinya diragukan dengan program 3 juta rumah.

Properti juga lesu. Dari 94 saham, baru DMAS yang kasih laporan. Sementara sektor industri, hanya ARNA dan ASGR yang nongol dari total 67 saham. Setidaknya ASGR bisa sedikit bangga karena labanya naik 45%.

Sektor energi lebih parah. Dari 91 saham, cuma DWGL yang udah rilis LK. Bisa jadi karena harga komoditas yang gak bersahabat bikin mayoritas perusahaan energi sibuk cari cara biar angka di laporan gak terlalu horor.

Sektor bahan baku lumayan, dengan 7 dari 112 saham udah rilis laporan. Tapi ya, rata-rata pertumbuhan laba sih biasa aja. Yang bikin sakit kepala? Saham nikel kayak INCO dan IFSH yang labanya nyungsep parah, masing-masing 77% dan 60%. Bisa jadi ini cuma permulaan, nikel lain mungkin bakal ikut-ikutan anjlok.

Sektor infrastruktur juga masih setengah hati, baru 5 dari 69 saham yang laporan. $FREN bikin rekor dengan laba anjlok 1088%—gimana caranya? Sementara LINK juga gak mau ketinggalan, labanya turun 122%. Uniknya, EXCL yang jadi induknya malah naik 43%, seakan-akan sang bapak sukses sementara anaknya keteteran. POWR? Cuma naik 2%, ya lumayan buat bayar listrik kantor. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Jadi, kalau disimpulkan, sektor yang paling malas rilis LK sejauh ini adalah sektor kesehatan, teknologi, dan transportasi. Apakah mereka lagi sibuk cooking book supaya laporan terlihat lebih enak dipandang? Atau memang terlalu takut menghadapi kenyataan? Biarkan waktu yang menjawab.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138 (caranya cek gambar terakhir)
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Jangan lupa kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://bit.ly/44osZSV

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
2013-2025 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy